Lima Destinasi Wisata di Kota Langsa yang Bisa Kamu Kunjungi

istimewa

Berbicara tentang wisata Aceh, tentu tidak habis-habisnya. Tidak hanya dikenal dengan keindahan Pulau Weh, Pantai Lampuuk, dan juga Masjid Raya Baiturrahman. Provinsi Aceh juga memiliki banyak potensi wisata lainnya yang tersebar di wilayah barat, tengah, dan timur Aceh.

Kota Langsa di pesisir timur Aceh juga tidak kalah menarik dengan daerah lain karena tempat ini mempunyai ragam potensi wisata baik wisata dalam kota, maupun wisata alam terbuka seperti pantai dan sejenisnya. Mata pun tidak kian bosan untuk memandang keindahan alam, rasa jenuh akan perjalanan panjang dari Banda Aceh ke kota ini segera hilang ketika dihadapkan dengan pesona wisata yang ada di Kota Langsa.

Begitulah yang dirasakan Muhammad Nasar saat mengikuti Farm Trip yang diadakan oleh Dinas dan Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, pada 19-20 Oktober 2019 di Kota Langsa. Menurut Nasar ada beberapa tempat wisata di Kota Langsa yang wajib dikunjungi bagi wisatwan. Berikut penjelasannya:

1.    Hutan Mangrove Kota Langsa

Hutan mangrove atau bakau ini terletak di Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Luasnya mencapai 145 ha dan merupakan hutan mangrove terluas kedua di Indonesia. Selain dijadikan sebagai objek wisata, hutan ini juga sebagai buffer zone untuk mencegah terjadinya abrasi air laut ke daratan.

“Suasana di hutan mangrove ini masih terlihat alami dan asri. Jembatan kayu yang mengelilinginya menambah keindahan hutan ini sehingga menjadi spot foto instagramable bagi pengunjung yang datang kemari. Selain itu, kita juga diedukasi terkait habitat mangrove oleh pemadu lokal,” ujar Nasar kepada aceHTrend, Rabu (23/10/2019).

Jadwal yang disediakan untuk datang kemari dari pukul 08.00–18.00 WIB dengan harga tiket Rp3.000/orang. Nasar yang sempat bertandang ke objek wisata hutan mangrove ini sangat menikmati susana di sini, apalagi dengan adanya fasilitas  seperti musala, toilet, dan kantin membuatnya tidak perlu khawatir bila suatu saat ingin membawa tamu dari luar ke tempat ini.

2.  Pulau Telaga Tujuh

Setelah mengunjungi hutan manggrove, Nasar dan rombongan Farm Trip melanjutkan perjalanannya ke pesisir Kota Langsa, yaitu Pulau Telaga Tujoh atau lebih dikenal dengan nama Pulau Pusong. Pulau ini merupakan pulau kecil yang terletak di pesisir Kota Langsa dan hanya terdapat satu desa.

“Pemandangannya sangat memukau dan menjadi ciri khas tersendiri pulau ini. Berbagai tumbuhan rindang tumbuh di tepi pantai yang membuat daunnya melambai-lambai saat ditiup angin. Sungguh pemandangan yang sangat indah,” ungkap Nasar yang kemari atas perwakilan komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Aceh.

Untuk bisa ke pulau ini, Nasar dan rombongan menaiki perahu nelayan dari pelabuhan atau TPI Kuala Langsa. Mereka menyewa perahu nelayan untuk mengantarkannya ke Pulau Pusong.

3.    Taman Hutan Kota Langsa

Taman Hutan Kota Langsa terletak di Desa Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa. Tempat ini merupakan salah satu destinasi favorit yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Selain dijadikan sebagai objek wisata, Taman Hutan Kota Langsa berfungsi sebagai paru-paru Kota Langsa dan Ruang Terbuka Hijau di Kota Langsa. Tempat ini juga dijadikan sebagai Hutan Lindung kota langsa.

Menurut Nasar harga tiket masuk untuk per orangnya sangat murah hanya Rp5.000. Namun, di dalamnya terdapat berbagai fasilitas seperti kebun binatang dengan berbagai hewan-hewan yang ditangkarkan seperti buaya, rusa, kuda, landak, ular, dan berbagai macam burung.

“Di sini kita juga bisa bermain kuda, naik rumah pohon, mendayung perahu di danau, bermain motor ATV mengelilingi hutan, dan bila beruntung bisa melihat bunga Rafflesia Arnoldi yang sedang mekar,” kata Nasar yang sangat senang bisa diajak kemari oleh Disbudpar Aceh.

4.       Gedung Balee Juang

Di Kota Langsa juga terdapat wisata sejarah, salah satunya Gedung Balee Juang yang berada di persimpangan lampu merah Ahmad Yani, Kota Langsa. Gedung ini dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1920.

Pada awalnya, gedung ini digunakan untuk mencetak uang kemudian pada waktu Jepang menduduki Kota Langsa, gedung ini beralih fungsi menjadi markas Jepang. Untuk menjaga sejarahnya, pemerintah Kota Langsa terus merawat dan menjadikan Gedung Balee Juang sebagai cagar budaya.

Gedung Balee Juang diresmikan oleh Wali Kota Langsa Tgk Usman Abdullah, menjadi Museum Kota Langsa pada 22 Januari 2019. Di dalamnya terdapat beberapa ruangan yang diperuntukkan sebagai tempat barang-barang peninggalan peradaban Islam di Aceh, ruang naskah kuno dengan ragam cap kertas, ruang tempat tidur zaman dahulu khas Kota Langsa, dan juga ada ruang kontemporer yang menyimpan banyak sejarah lainnya.

5.   Taman Bambu Runcing Kota Langsa

Berdekatan dengan Gedung Balee Juang, terletak sebuah taman yang menjadi simbol Kota Langsa dan juga memiliki nilai sejarah, yaitu taman Bambu Runcing Kota Langsa. Taman ini merupakan simbol perjuangan para pahlawan Aceh dalam memerangi Belanda yang dibangun sejak tahun 1948.

Taman Bambu runcing merupakan tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitar, baik sekadar jalan-jalan, foto-foto, atau sekadar bersantai bersama teman dan keluarga di sore hari. Wisata yang cukup murah meriah ini juga menyediakan fasilitas untuk kenyamanan pengunjung seperti toilet, musala dan lainnya.  Jika pengunjung merasa lapar, deretan warung yang tersedia di sekeliling taman siap memuaskan rasa lapar pengunjung.

Itulah lima destinasi wisata di Kota Langsa yang dapat dikunjungi. Selain itu, masih banyak wisata lainnya yang bisa didatangi di kota yang dulunya pernah menjadi bagian dari Aceh Timur ini. Sebuah kesempatan yang luar biasa bagi Nasar bisa berkunjung ke kota ini dalam kegiatan Farm Trip yang diadakan oleh Disbudpar Aceh. Bagaimana dengan Anda?[]

Editor : Ihan Nurdin