Ketua DPRK Banda Aceh Terima Kunjungan Pengurus KAMMI

@aceHTrend/Hendra Keumala

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menerima kunjungan audiensi dari organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam (KAMMI) Aceh. Pertemuan ini berlangsung di ruang rapat lantai tiga DPRK Banda Aceh, Kamis (24/10/2019).

Kedatangan aktivis KAMMI untuk mempertanyakan berbagai persoalan yang terjadi di Banda Aceh terkait pelayanan publik dan keresahan di masyarakat.

Pada kesempatan itu, KAMMI Aceh yang dipimpin Ketua M Rona Fajri, memberikan kesempatan kepada rekan-rekannya untuk menanyakan persoalan yang terjadi di Kota Banda Aceh.

Di antaranya menanyakan tentang dance di Matahari Mall yang dianggap melanggar syariat, begitu juga kasus narkoba di Hotel Hermes, air PDAM, OKP, crosshijabers yang saat ini sedang marak, gelandangan dan pengemis, hingga baliho yang melanggar syariat Islam, termasuk tata ruang kota dan persoalan lainnya.

Selain itu, KAMMI Aceh mengharapkan adanya sanksi yang tegas bagi pelanggar syariat di Kota Banda Aceh, dan dapat mencari solusi terbaik agar tidak terjadi lagi ke depan.

Menjawab beberapa hal tersebut, Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengatakan pihak manajemen hotel dan juga pusat perbelanjaan seperti mall, sudah komitmen dengan Pemerintah kota Banda Aceh, agar mematuhi syariat Islam yang berlaku, serta tidak melanggarnya.

“Namun kenyataannya masih ada yang kecolongan dan kita dorong agar pemerintah bersikap tegas, dengan sanksi-sanksi yang bisa membuat mereka jera,” sebut Farid.

Farid Nyak Umar menambahkan, kita juga akan mendorong pemerintah agar terus menyosialisasikan penegakan syariat Islam melalui dinas-dinas terkait.

“Kita semua menginginkan penerapan syariat Islam di Banda Aceh, dapat menjadi etalase bagi Provinsi Aceh,” ungkapnya.

Terkait air PDAM, Farid Nyak Umar menjelaskan, memang belum semuanya terealisasi untuk air bersih.

“Saat ini pemko Banda Aceh sedang melakukan beberapa perbaikan dan telah membangun waduk penampungan air bersih PDAM Tirta Daroy,” tutupnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK