Guru: Siswa SMK Pertanian Harus Praktik Kerja Lapangan

ACEHTREND.COM, Singkil – Untuk meningkatkan keterampilan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian, para guru sehabis mengajar teori selalu membawa siswanya praktik ke lapangan atau lahan. Ini dikenal dengan sebutan siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Hal ini sesuai dengan tuntutan kurikulum di SMK yang direlevansikan dengan tuntutan dunia kerja dan dunia usaha.

Karena itu, tidak mengherankan apabila di SMK-SMK siswanya selalu melakukan praktik lapangan. Baik itu di lahan sekolah yang tersedia maupun di lahan lain.

Praktik kerja di lahan ini juga dilakukan siswa SMK Negeri 1 Singkil Utara, Aceh Singkil, saat aceHTrend beranjangsana ke sekolah tersebut, Sabtu (26/10/2019).

Siswa-siswa SMK Pertanian yang berlokasi di Desa Gosong Telaga Barat itu, terlihat sedang mengangkat tanah, membuat pagar, mencangkul, membuat atau memperbaiki bedengan, menyemai bibit, menyiram dan lain-lain.

“Kami sedang praktik mata pelajaran budi daya tanaman sayur dan kacang tanah,” kata Suparjis, salah seorang siswa Kelas X Hortikultura.

Suparjis menjelaskan, apabila mereka tidak praktik di lapangan ilmu yang didapatkan masih mengambang.

Menurut Dasril, SP salah seorang guru SMK Pertanian Singkil Utara, lahan dengan siswa di sekolahnya tak bisa dipisahkan. Keduanya, ibarat ikan dengan air.

Siswa-siswi SMK Pertanian, jelas Dasril, selain mendapatkan ilmu teori di kelas, mereka harus mendapatkan pengalaman praktik di lapangan. Nyaris 60 %-70 % aktivitas siswa tersita di lahan.

Ia menambahkan, jika siswa-siswi SMK Pertanian tidak mempraktikan ilmunya di lahan, bisa dipastikan mereka tergolong siswa abal-abalan alias kaleng-kaleng. Dengan kata lain, siswa itu belum siap pakai.

“Siswa SMK Pertanian yang tidak mendapat gemblengan di lahan akan sulit beradaptasi dengan dunia kerja dan usaha. Kalau pun bisa mereka harus banyak belajar lagi karena proses saat di bangku pendidikan tidak matang,” ucap Dasril.

Sementara itu Mashuri, SP seorang guru yang mengampu pelajaran Budi Daya Tanaman mengatakan, sebagai awal proses budi daya, guru-guru SMK mengajak siswa-siswi langsung praktik. Mulai dari pengolahan tanah, persemaian bibit, pemeliharaan tanaman, sampai panen.

“Sebelum bibit ditanam, siswa-siswi mengolah tanah terlebih duhulu. Ini dimaksudkan agar tanah sesuai dengan kondisi tanaman yang bakal ditanami,” jelas Mashuri.

Pada lahan SMK Negeri 1 Singkil Utara tahun ini, kata Mashuri pihaknya akan menanami berbagai jenis sayuran dan kacang-kacangan.

Tahun lalu, siswanya menanam jagung dan semangka. Hasil panennya lumayan bagus.

Mudah-mudahan tahun ini, harap Mashuri, tanaman tumbuh dengan baik dan praktik siswa semester ini berhasil.

Guru-guru dan siswa-siswi SMK Negeri 1 Singkil Utara, ungkap Mashuri, ingin membuktikan bahwa siswa di SMK itu bisa dan mereka tidak sia-sia dididik di SMK.

Terlebih lagi, siswa-siswi itu siap  mendukung program pemerintah memajukan pertanian di Indonesia dan siap memasuki dunia kerja dan dunia usaha.[]

Editor : Ihan Nurdin