Masyarakat Aceh di Turki Bakal Gelar Pameran Sejarah dan Kebudayaan

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Ikatan Masyarakat Aceh di Turki (Ikamat) bekerja sama dengan Museum Aceh dan Disbudpar Aceh akan menggelar pameran sejarah dan kebudayaan Aceh di Turki. Mengusung tema “Aceh-Turki dalam Konsep Sejarah, Pascatsunami dan Masa Kini”, acara ini akan diselenggarakan pada 2-3 November 2019 di Üsküdar Bağlarbaşı Kongre ve Kültür Merkezi, Istanbul, Turki.

Rangkaian acara nantinya meliputi bazar, pameran manuskrip, bedah buku, diskusi panel, hingga penampilan kesenian yang dipersembahkan oleh tim Disbudpar Aceh.

Sedangkan bazar akan diisi oleh berbagai institusi yang ada di Turki. Di sesi bedah buku akan diisi oleh Mehmet Ozay, Sosiolog asal Turki yang sudah malang melintang meneliti sejarah Aceh-Turki. Mehmet akan membedah buku karyanya sendiri “Açe Darusselam Sultanlığı”.

Pada panel diskusi, pembicara-pembicara yang akan mengisi slot acara di antaranya adalah IHH, sebuah LSM kemanusiaan yang pernah ikut serta dalam rehab-rekon tsunami Aceh. Juga bakal hadir Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dan Dr Lalu Muhammad Iqbal, Duta besar Indonesia untuk Turki.

Mewakili dari Turki, turut hadir Prof Dr Numan Kurtulmuş, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki dari 2017 hingga 2018. Ia juga merupakan Wakil Perdana Menteri Turki antara Agustus 2014 hingga Juli 2017. Turut hadir juga Prof Fahamedin Başar, wakil rektor Fatih Sultan Mehmet University yang selalu membantu mahasiswa Aceh dalam menggali sejarah-sejarah Aceh di Turki.

Pada sesi pameran manuskrip, pihak Museum Aceh akan berkolaborasi dengan Masykur, sang kolektor muda manuskrip Aceh. Keduanya akan menampilkan berbagai koleksi tentang Aceh-Turki yang pernah ditemukan di Aceh. Arkeolog Aceh Dr Husaini Ibrahim MA, penulis buku ”Awal Masuknya İslam ke Aceh” juga akan mengisi sesi ini.

Menariknya, Badan Arsip yang menyimpan arsip-arsip Kerajaan Ottoman di Istanbul, Osmanlı Arşivleri akan memamerkan semua manuskrip tentang Aceh yang ada di Turki. Termasuk surat terkenal diplomasi Kerajaan Aceh dengan Turki Usmani dulu.

”Kita akan mengeluarkan sebanyak 20 dokumen korespondensi antara Kesultanan Aceh Darussalam dan Turki Utsmani, di mana setelah selesai pameran nantinya salinan dokumen tersebut akan kita hibahkan ke Ikamat secara permanen,” kata Cevat Ekici kepala biro Osmanlı Arşivleri.

Sementara itu, Ketua Ikamat, Haykal mengatakan, pihaknya sangat senang acara ini bisa dihadiri oleh Plt Gubernur Aceh.

“Berkat kerja sama Pemerintah Aceh bersama Disbudpar Aceh dan Museum Aceh, kami berharap acara ini merupakan modal yang baik untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga kebudayaan serta museum yang ada di Turki. Jadi, acara ini tidak hanya promosi wisata dan budaya saja. Akan ada kerja sama yang sifatnya berkelanjutan nanti antara lembaga yang ada di Aceh dan di Turki. Secara kongkretnya kita berharap kelak dapat dibentuk sebuah ‘Aceh Corner’ di beberapa Museum di Istanbul, Insya Allah,” ucap Haykal, ketua IKAMAT.

Agenda terakhir ditutup dengan syair, tampilan seni, dan vlogger sharing dari Elif Kubra Genç. Kubra Genç adalah salah satu vlogger perempuan terkenal Turki yang sudah pernah mengunjungi Pulau Aceh dan Sabang pada pertengahan Agustus lalu.

Acara yang berlangsung dua hari ini terbuka untuk umum dan proses kehadirannya bisa diakses melalui QR scane code.[]

KOMENTAR FACEBOOK