Warga Tamiang Tewas Diterkam Harimau di Riau

Ilustrasi @sinarharapan.net

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Warga Desa Tenggulun, Aceh Tamiang, Wahyu Kurniadi, yang merantau ke Provinsi Riau dan bekerja di perkebunan meninggal dunia diterkam harimau Sumatera di Pelangiran, Indragiri Hilir, Riau.

“Korban diserang harimau sumatera di Petak 0213 sekunder 41a PT Riau Indo Agropalma. Saat itu korban pergi bekerja untuk melakukan perawatan tanaman akasia di lahan konsesi PT RIA tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Indragiri Hilir, AKP Indra Lamhot Sihombing, sebagaimana dilansir merdeka.com, Jumat (25/10/2019).

Korban pergi bersama empat orang temannya pada Kamis (24/10) sore sekitar pukul 14.30 WIB. Keempat temannya yaitu Dedi Surya, Lukman, Andi, dan Indra.

“Ketika korban dan temannya sedang bekerja di TKP, tiba-tiba korban diserang harimau tersebut. Satwa itu menyerang dari arah belakang, korban berteriak meminta pertolongan,” kata Indra.

Mendengar teriakan korban, teman-temannya langsung berlari ke arah korban untuk memberikan pertolongan. Mereka berusaha mengusir harimau yang menyerang korban. Usaha itu membuahkan hasil, tapi korban terlanjur mengalami luka parah di sekujur tubuhnya akibat dicakar.

“Harimau berhasil diusir, lalu korban dibawa lari meninggalkan lokasi. Selanjutnya dibawa ke camp mereka,” terangnya.

Setelah dicek, korban mengalami luka di bagian tengkuk akibat diterkam oleh harimau Sumatera tersebut. Setelah tiba di camp, korban sudah meninggal dunia. Temannya menghubungi pengawas dan security PT RIA.

“Selanjutnya korban dan rekan-rekannya dievakuasi oleh sekuriti dan karyawan PT RIA. Jenazah korban dilakukan pemeriksaan medis oleh UPT Puskesmas Pelangiran, selesai sekira pukul 21.00 WIB,” imbuh Indra.

Keluarga korban meminta jenazahnya dibawa pulang ke kampung halamannya di Aceh Tamiang. Sementara itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung menurunkan tim ke lokasi untuk menenangkan masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan dapat menginventarisir dan mencarikan solusi terkait konflik antara satwa liar dengan manusia. Konflik tersebut akhir-akhir ini sering terjadi.

Mengutip lansiran Liputan6.com, dalam tahun ini sudah ada tiga korban jiwa akibat serangan harimau di kabupaten tersebut. Menurut keterangan Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Pelangiran memang kawasan habitat harimau Sumatera.

Sebelumnya, harimau sumatera menyerang pekerja di konsesi PT Ria bernama M Amri pada 23 Mei 2019. Korban diserang hingga tewas oleh satwa belang itu di Kanal Sekunder 41 PT Ria di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil.

Kemudian pada Agustus 2019, seorang warga asal Sumatera Selatan bernama Darwaman alias Nang (36) tewas akibat diterkam harimau sumatera liar di konsesi PT Bhara Induk, Kabupaten Inhil.[]