Awal November Ada Festival Panen Kopi Gayo di Aceh Tengah

@breedie.com

ACEHTREND.COM, Takengon – Bagi para pecinta kopi arabika yang ingin mengetahui bagaimana proses pemetikan kopi hingga menjadi sajian pembangkit semangat seperti yang biasa Anda nikmati, jangan lewatkan Festival Panen Kopi Gayo yang kembali dihelat untuk ketiga kalinya pada 2-3 November 2019 di Desa Gunung Suku, Rawe, Aceh Tengah.

Menurut Fasilitator Festival Panen Kopi Gayo 2019, Mahlizar Safdi, festival ini digelar berbasis masyarakat. Artinya masyarakat setempat yang mengelola acara dan bertindak sebagai event organizernya (EO).

“Kita akan memberdayakan masyarakat setempat di mana festival ini akan berlangsung. Untuk festival kali ini masih dilaksanakan di Gunung Suku, mungkin bila desa sudah mandiri, kita akan cari tempat lain untuk dikembangkan lagi,” ujar Mahlizar kepada aceHTrend, Jumat (25/10/2019).

Ia juga menjelaskan, berbasis masyarakat yang dimaksud ialah segala elemen acara akan berasal dari desa tersebut, mulai dari panitia yang akan dibagitugaskan kepada para pemuda, pengisi acara dari warga setempat, dan master ceromony (MC) acara dipersiapkan juga dari putra-putri daerah. Namun, mereka juga akan mengundang beberapa talent dari luar desa agar acaranya semakin semarak.

Selain itu, saat festival nantinya semua hasil bumi yang selama ini jadi penopang hidup masyarakat akan dipamerkan. Para penjual akan dipertemukan dengan pembeli langsung, artinya tidak lagi melalui tengkulak agar masyarakat bisa merasakan langsung manfaat dan harga yang bagus untuk kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan fasilitator bertugas untuk menjadi narahubung antara warga dan pemerintahan, antara warga dan tenaga ahli festival, dan juga tenaga ahli di bidang perikanan juga pertanian.

“Kami juga menjadi narahubung antara warga dan sponsor, selain narahubung alhamdulillah Festival Panen Kopi Gayo sudah terdengar sampai ke telinga Kementerian Pariwisata dan sudah masuk ke dalam agenda kalender wisata provinsi,” lanjut Mahlizar.

Konsep acara seperti ini bertujuan agar masyarakat bisa mandiri dalam membuat sebuah event dan menggalakkan pariwisata di daerah mereka tanpa harus digerogoti oleh EO luar yang hanya mencari keuntungan saja.

Selain itu, nama tempat diadakan festival menjadi lebih dikenal sehingga memudahkan warga menyuarakan kepentingan mereka. Dengan adanya konsep seperti ini masyarakat akan merasakan dampak dari festival tersebut dan pengunjung pun bisa langsung berinteraksi dengan warga setempat.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK