Gandeng Pesawat Kertas, US Goes to Children Ajarkan Bahasa Inggris untuk Anak-anak Lampermai

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Komunitas University Student Goes to Children (U.S Goes to Children) bekerja sama dengan Komunitas Pesawat Kertas mengadakan kegiatan mengajar bahasa Inggris dan komputer gratis kepada anak-anak Desa Lampermai, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Sabtu (26/10/2019).

Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung setiap pekannya pada Sabtu sore selama setahun hingga 2020 mendatang. Ada 21 relawan yang terlibat dalam program edukasi ini dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang yang hadir di kelas pertama.

Ketua Umum U.S Goes to Children, Riki Muhamanda, mengatakan kegiatan ini merupakan program kerja utama dari Komunitas U.S Goes to Children yang pada tahun pengajaran 2019/2020 berkolaborasi salah satunya dengan Komunitas Pesawat Kertas.

Ciri khas dari program mengajar U.S Goes to Children ini ialah adanya sistem face to face, atau tatap muka di mana setelah sesi bermain game dan sesi pengajaran tutor utama selesai, masing-masing anak akan mendapatkan satu relawan/guru untuk mengajari mereka materi lebih dalam serta mempraktikkannya (1 guru untuk 1 anak).

Komunitas U.S Goes to Children merupakan kKomunitas peraih Juara I Nasional Terbaik Se- Indonesia bidang Pendidikan pada ajang Indonesian Culture and Nationalism Conference (ICN) yang diadakan di Jakarta pada April 2017 lalu. Komunitas yang telah didirikan sejak 2015 ini berfokus pada pengajaran bahasa Inggris dan komputer gratis setiap pekan yang dilakukan sepanjang tahun dimulai 2015 hingga sekarang.

Anak-anak (peserta didik) yang difokuskan oleh U.S Goes to Children ialah anak-anak desa dari kalangan duafa, anak-anak yatim/piatu, anak-anak pemulung, anak-anak panti asuhan, anak-anak jalanan, hingga anak-anak yang pernah terkena kekerasan seksual.

“Hingga saat ini, U.S Goes to Children telah melakukan berbagai kerja sama baik dengan desa-desa, komunitas, TPA, yayasan sosial, dan lain-lain dalam mengadakan program mengajar mingguan selama satu semester atau pun satu tahun penuh. Setelah selesai, kita akan berganti lokasi atau kerja sama. Beberapa di antaranya yang pernah kita gaet kerja sama ialah dengan Desa Tungkop, Kuta Alam, Tanjung Selamat, TPA di Desa Lamgugop, Lampineung, Darussalam, Panti Asuhan Nirmala, Taman Edukasi Anak Pemulung Gampong Jawa, Yayasan Kesejahteraan Masyarakat (Yakesma) Kajhu, dan beberapa lainnya hingga ke desa yang ada di Padang, Sumatera Barat. Totalnya kita sudah melakukan pengajaran sebanyak 217 pertemuan, kepada 462 anak, bersama 284 volunteer yang berganti-ganti setiap berakhirnya satu semester,” ujarnya kepada aceHTrend, Minggu (27/10/2019).

“Dimulai hari ini hingga satu tahun ke depan kita fokus untuk mengajar mingguan di Desa Lampermai pula, tepatnya di Sekretariat Pesawat Kertas, serta di Sekretariat Kajhu Peduli Anak Yatim (KAPAY). Jadi, yang pasti kita mengajar dua kali seminggu selama satu tahun penuh ini. Namun bisa jadi kita tambah desa lagi. Sekarang, sedang kami kaji tentang penambahan ini,” lanjut pemuda yang juga sedang merangkap jabatan Ketua Umum Komunitas Forum Menggapai Mimpi tersebut.

Di sisi lain, Fahry Purnama, Pendiri sekaligus Ketua Umum Pesawat Kertas mengungkapkan rasa syukurnya atas kerja sama ini.

“Anak-anak SD di desa kami tidak diajarkan bahasa Inggris di sekolahnya. Oleh karena itu, kami mengajukan kolaborasi dengan U.S Goes to Children untuk mengajar bahasa Inggris sekaligus komputer kepada anak-anak di desa kami (Desa Lampermai). Walau jaraknya jauh dari domisili para mahasiswa volunteer (Darussalam), tetapi alhamdulillah teman-teman U.S Goes to Children menyanggupi. Jadi kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Selain memfasilitasi tempat mengajar, di sini Pesawat Kertas juga menyediakan snack pada setiap pertemuan kepada para peserta didik dan volunteer, serta memfasilitasi keperluan lain yang nantinya jika dibutuhkan dari kami,” ungkap Pemuda Inspiratif Banda Aceh 2018 itu.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK