DPRA Minta Oknum Guru Asusila Diberi Sanksi Sesuai

Hendra Budian @Serambi Indonesia

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Anggota DPRA akan menyurati Dinas Pendidikan Aceh terkait adanya oknum kepala sekolah dan wakilnya yang berlainan jenis kelamin berduaan dalam satu kamar di salah satu hotel di Banda Aceh.

Hal itu disampaikan anggota DPRA, Hendra Budian, saat dimintai tanggapannya terkait kejadian itu kepada aceHTrend, Selasa (29/10/2019).

“Pertama kita minta kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh untuk mengambil langkah-langkah yang arif, yang baik, agar citra tenaga-tenaga pengajar tidak rusak dan pendidikan Aceh harus diselamatkan,” kata Hendra Budian.

Baca: Kepala SMA dan Wakilnya Tertangkap Usai Berhubungan Badan di Banda Aceh

Menurutnya, pendidikan Aceh perlu diselamatkan karena kasus yang menimpa salah satu oknum kepala sekolah telah mencoreng dunia pendidikan Aceh. Kedua oknum tersebut menurutnya perlu diberikan sanksi yang sesuai dengan perbuatannya. Namun Hendra tidak merincikan secara detail saat ditanyakan sanksi yang sesuai itu seperti apa.

“Kita perlu menyelamatkan pendidikan Aceh mulai dari tenaga pendidik dan kepala sekolah. Namun dalam hal ini kami meminta ditelusuri dengan benar kasus tersebut dan meminta kepada Kadis Pendidikan Aceh bisa mengambil lagkah tegas dan arif untuk kasus tersebut, demi menyelamatkan marwah pendidikan Aceh,” jelasnya.

Namun hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan resmi terkait kasus tersebut.

“Kita belum menyurati dinas pendidikan karena kita belum mendapat laporan secara resmi terhadap persoalan itu. Ditambah alat kelengkapan dewan juga belum terbentuk, sementara kita melihat laporan itu dari media,” katanya.

Pihaknya merespons kejadian tersebut dengan mendorong Dinas Pendidikan Aceh agar mengambil sikap tegas untuk memberikan tindakan yang arif dan juga tidak menzalimi seseorang.

“Respons kami sementara meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk mengambil sikap tegas dan arif. Kasus seperti ini sangat merusak marwah pendidikan Aceh, maka dengan itu kami meminta dinas pendidikan mengambil langkah tegas agar persoalan ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi yang lain. Menurut kami pihak dinas bisa mengambil langkah tegas tapi tidak menzalimi, memang sebaiknya diberikan sanksi yang sesuai,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK