Mahasiswa Teknik UIN Ar-Raniry Field Trip ke WTP PDAM Tirta Daroy

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melakukan kegiatan field trip (kunjungan lapangan) ke Water Treatment Plant(WTP) milik PDAM Tirta Daroy Banda Aceh. Mereka mendatangi tempat tersebut yang berlokasi di Desa Lubok Batee, Lambaro, Aceh Besar, Senin (28/10/2019).

Pendamping mahasiswa, Muhammad Nasar mengatakan, melalui kunjungan lapangan ini diharapkan mahasiswa bisa belajar dan melihat langsung proses pengolahan air minum di setiap unit pengolahan.

“Pertama mereka diperkenalkan dengan unit proses pengolahan yang dimulai dari bangunan penangkap air atau yang disebut dengan intakel. Mereka juga diberikan penjelasan tentang cara pengolahan air,” ujar Nasar melalui rilisnya kepada aceHTrend, Selasa (29/10/2019).

Lanjut Nasar, dari intekel ini air baku WTP yang bersumber dari sungai Krueng Aceh dipompakan ke menara air baku dengan menggunakan pompa submersible. Lalu dipompakan lagi ke unit koagulasi flokulasi menggunakan tujuh pompa. Di mana lima pompa dioperasikan bersamaan dan dua pompa untuk cadangan.

Proses koagulasia dalah proses pengadukan cepat dengan penambahan koagulan. Pada WTP Lubok Batee, koagulan yang digunakan adalah Poly Aluminium Chloride (PAC) yang dosisnya disesuaikan dengan nilai kekeruhan air baku yang masuk ke unit pengolahan.

Setelah proses koagulasi, maka air baku mengalami proses flokulasi yaitu pembentukan flok-flok dengan pengadukan lambat. Dari proses flokulasi air akan masuk ke bak clarifier dan mengalami mengalami pengendapan. Flok akan mengendap pada ruang lumpur yang sudah didesain dengan perhitungan agar flok tersebut tidak kembali ke atas permukaan bak clarifier.

Setelah itu selanjutnya barulah proses penyaringan dengan menggunakan bak sand filter yang menggunakan sistem Saringan Pasir Cepat (SPC). Penggunaan SPC diharapkan logam-logam besi (Fe) dapat hilang pada proses ini.

Setelah proses fitrasi, air dibubuhi desinfektan atau dengan nama lain proses desinfeksi untuk membunuh mikroorganisme yang ada dalam air, sehingga air tidak mengandung bibit penyakit. Setelah itu, air bersih disalurkan ke reservoir untuk didistribusikan ke pelanggan yang berada di Kota Banda Aceh. Saat ini PDAM Tirta Daroy memproduksi air bersih dengan kapasitas pengolahan sebesar 750 M3/detik.

Kegiatan ini disambut baik oleh pihak PDAM Tirta Daroy, yaitu Seksi Analisa Laboratorium PDAM Tirta Daroy Siti Zulhijjah,SE. Turut hadir juga dosen pengampu mata Kuliah Desain Teknik Lingkungan II yang juga Sekretaris Prodi Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry, Yeggi Darnas, ST,MT, dan Koordinator Lapangan Teknik Lingkungan, Muhammad Mefan Juansah.

“Pengolahan air minum yang dilakukan oleh pihak PDAM Tirta Daroy sudah mengikuti perkembangan zaman era industri 4.0, yaitu dengan menggunakan teknologi sistem monitoring instalasi yang sudah terintegrasi langsung dengan monitor yang diberi nama Supervisor Control and Data  Acquisition (SCADA). Dan dapat juga dipantau melalui smart phone dan didukung oleh tenaga kerja yang andal di bidangnya,” ujar Muhammad Mefan Juansah.

Kegiatan seperti ini tentunya sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena mereka bisa belajar dan melihat langsung proses pengelolaan air PDAM Tirta Daroy.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK