Polres Abdya Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Agama

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Sat Binmas Polres Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar silaturahmi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, OKP, mahasiswa, ormas, partai politik, dan unsur forkopimkab Abdya dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan usai Pilpers 17 April 2019.

Acara yang dibungkus dengan coffee morning itu berlangsung di Cafe Nongkrong Hotel Grand Louser, Blangpidie, Rabu (30/10/2019).

Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK mengatakan, meskipun proses pemilu sudah selesai dilakukan, tetapi masih juga menyisakan berbagai macam persoalan di kalangan masyarakat.

“Meskipun proses pemilu sudah selesai dan kita sudah memiliki wakil rakyat mulai dari daerah hingga pusat, dan kita juga sudah memiliki presiden dari hasil pemilu, tetapi masih ada juga menyisakan berbagai macam persoalan, bahkan ada juga di kalangan masyarakat kita yang belum bisa move on dari proses pemilu tersebut,” ungkap Kapolres.

Ia mengajak seluruh komponen masyarakat agar sama-sama mempererat silaturrahmi, persatuan, dan kesatuan dalam menjaga keutuhan bangsa. Sebab, katanya, proses pesta rakyat sudah selesai dilakukan berkat kerja sama seluruh komponen masyarakat.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau agar para tokoh masyarakat, tokoh agama, OKP, mahasiswa dan partai politik harus mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait persatuan dan kesatuan bangsa agar tidak terjadinya perpecahan di kalangan masyarakat.

“Saya mengajak kita semua yang hadir di sini untuk menyampaikan pesan-pesan persatuan dan kesatuan bangsa agar masyarakat kita terhindar dari sifat iri, dengki, dendam, dan fitnah. Sebab, sudah saatnya kita membangun negeri tanpa adanya perpecahan,” ujarnya.

Selain itu, kata Kapolres, persoalan yang sedang menjadi trending topik di negera Indonesia adalah terkait radikalisme. Kemudian, katanya, yang menjadi masalah besar lagi adalah masalah angka kemiskinan yang masih tinggi dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih belum merata.

“Di sini juga perlu saya sampaikan, terminologi radikalisme ini adalah sebauah pemahaman seseorang atau sekelompok orang yang ingin mencapai tujuan yang namun dalam mencapai tujuan itu dia membolehkan menggunakan kekerasan,” kata Kapolres.

Makna menggunakan kekerasan tersebut, jelas Kapolres, bisa jadi dalam bentuk verbal maupun dilakukan dalam bentuk aktual yang langsung dilakukan di lapangan, baik berupa menebarkan kebencian maupun yang bersifat ancaman-ancaman.

“Biasanya pelaku-pelaku kekerasan dan radikalisme ini, dia berkamuflase, ketika melakukan tindakan dan kekerasan mengatasnamakan agama, ada juga yang sedikit-dikit mengkafirkan saudara-saudara yang seiman. Tentunya melalui diskusi pada pagi ini saya berharap kita semua mampu memberikan pencerdasan agar masyarakat kita di Abdya ini tetap hidup harmonis dan terhindari dari perpecahan,” pesan Kapolres.

Dalam acara tersebut ikut hadir, Sekda Abdya, Drs. Thamrin, ketua DPRK Abdya, Nurdianto beserta anggota, perwakilan Kodim 0110/Abdya, perwakilan Kejari Abdya, Kakankemang Abdya, Dr. M. Iqbal, mantan ketua DPRK Abdya, Zaman Akli serta para tamu undangan lainnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK