Ansari Muhammad Berinisiatif Gelar Pertemuan dengan Masyarakat Lampanah

Anggota DPRA Ansari Muhammad @Facebook

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Anggota DPRA asal Aceh Besar, Ansari Muhammad, akan melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat Lampanah, Kecamatan Indrapuri untuk mencari solusi atas persoalan pembangunan tol Sibanceh yang terhambat karena penyegelan oleh warga di seksi 4 jalur Sibanceh.

Dalam pertemuan tersebut nantinya akan dibicarakan mengenai mekanisme ganti rugi tanah wakaf yang memiliki syarat dan ketentuan tersendiri dari Kementerian Agama. Hal ini agal tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat yang bisa berdampak terhadap pembangunan.

Dalam pertemuan itu nanti kata Ansari Muhammad, juga akan melibatkan pihak Badan Pertanahan dan Jalan Tol supaya mendapatkan solusi terbaik. Menurutnya, duduk bersama perlu dilakukan sehingga akan diketahui persoalannya, karena prosesnya mungkin agak beda dengan pembayaran tanah milik pribadi.

“Dan mungkin dari masyarakat juga ada anggapan bahwa inikan tanah mesjid, sehingga ada yang khawatir, ditakutkan ada permainan-permainan nantinya, makanya masyarakat menyegel, maka ke depan mungkin kita ajak duduk lagi, meskipun pihak Jalan Tol sudah memberikan keterangan di beberapa media, maka persoalannya ini mungkin karena belum ada titik temu antara para pihak,” sebut Ansari saat dihubungi aceHTrend, Selasa (5/11/2019).

Ia menambahkan, lebih lagi persoalan tanah wakaf ini lebih rumit daripada tanah pribadi, mungkin sebagian masyarakat menganggap melalui pembayaran juga, bukan diganti dengan tanah.

Ansari yang mengaku masih berada di luar Aceh, berencana saat kembali ke Aceh akan membuat pertemuan bersama masyarakat dan pengurus mesjid. Karena sangat disayangkan bila harus menghentikan pengerjaan proyek jalan tol.

“Ya insyaallah kita akan duduk melakukan pertemuan dengan pengurus mesjid ataupun tokoh masyarakat, bila sudah kembali Aceh, supaya proyek ini jangan terhambat, dan bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat biar tidak merambah ke hal yang lain.”

Ia menjelaskan, duduk bersama dan melakukan pertemuan antara pihak Jalan Tol bersama tokoh masyarakat sangat penting. Jangan seperti sebelumnya di mana pertemuan dibuat secara umum, kali ini harus secara khusus untuk masyarakat setempat dan pengurus masjid.

“Kalau sudah dilakukan pertemuan, maka pasti ada jalan keluar, sehingga proyek pengerjaan juga bisa dilanjutkan,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK