Destinasa Wisata Pantai Lama Muda dan Catatan Sejarah Kerajaan Kuala Batee

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Aceh Barat Daya atau yang lebih dikenal dengan sebutan Abdya menyimpan ragam destinasi wisata yang indah nan elok dipandang mata. Kabupaten yang dimekarkan pada tahun 2002 dari kabupaten induk, Aceh Selatan itu memiliki luas wilayah 1.490,60 km².

Selain itu, kabupaten yang dijuluki Nagari Breuh Sigupai tersebut memiliki 152 gampong yang tersebar dalam sembilan kecamatan, mulai dari Babahrot hingga Lembah Sabil. Di kabupaten itu, mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, pekebun, dan nelayan.

Tipikal masyarakatnya yang ramah, membuat kabupaten nomor dua terkecil di wilyah pesisir barat selatan Aceh ini kian asik untuk didatangi. Di kabupaten Bumoe Teungku Peukan ini pun memiliki kekentalan budaya toleransi di kalangan masyarakatnya, sebab meskipun mayoritas masyarakat di kabupaten itu memeluk agama Islam, akan tetapi bagi warga etnis Cina yang beragama Konghucu memiliki ruang untuk hidup berdampingan dengan mereka.

Jika dilihat dari umur, kabupaten tersebut baru menginjak usia 17 tahun, meskipun demikian, Abdya memiliki sejarah panjang untuk diulas. Sebagai catatan sejarah, Abdya yang dikenal sebagai kota dagang tersebut pernah termasyhur di mata donya karena alasan sejarah yang dimilikinya.

Meskipun memiliki sejarah panjang semasih tegaknya Kerajaan Kuala Batee, kawasan Abdya juga menyimpan pesona wisata yang menarik untuk dikunjungi saat akhir pekan, yaitu Pantai Lama Muda. Pantai cantik, asik untuk dijadikan lokasi piknik bersama keluarga.

Gampong Lama Muda terletak di Kecamatan Kuala Batee, atau bila wisatawan ingin berkunjung ke pantai ini, di butuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit perjalanan dari Ibu Kota Abdya, yaitu Kota Blangpidie.

Pada hari-hari libur nasional, tempat ini sering di jadikan tempat liburan keluarga untuk berakhir pekan. Deretan pohan cemara dengan tinggi sekitar lebih kurang 5 meter, menambah keindahan dan kesejukan pantai.

Selain bisa menikmati laut, pengunjung juga bisa menikmati muara sungai yang terletak tidak jauh dari bibir pantai. Di dalam muara juga banyak sekali terdapat siput yang sering dijadikan sebagai ladang ekonomi masyarakat sekitar. Di kawasan itu, masyarakat setempat juga banyak membuka kolam untuk membudidayakan ikan laut tawar, kepiting, dan udang.

Selain memiliki ragam keindahan pantai. Lama Muda juga memiliki historis panjang yang tersimpan di dalamnya, meskipun selama ini masih kurang dipromosikan. Padahal di kawasan destinasi wisata itu pernah menjadi pusat Kerajaan Kuala Batee d masa lampau.

Menurut cerita warga, dahulu kawasan Lama Muda merupakan pusat Kerajaan Kuala Batee dan satu-satunya benteng Kerajaan Aceh yang pernah diserang oleh infanteri Amerika Serikat dalam ekspedisi balasan Potomac.

Sebagai bukti sejarah kerajaan pernah diserang oleh Amerika Serikat masih ada di Gampong Lama Tuha. Hal itu diketahui pada sebuah monumen milik Amerika tertulis dengan berbahasa Inggris kuno yang kini berada di kompleks sekolah dasar kawasan gampong tersebut.

Beberapa tahun silam, banyak senjata jenis meriam milik kerajaan yang sudah tertanam dalam tanah di kawasan benteng Kerajaan Kuala Batee ditemukan oleh warga, kemudian dibawa keluar dari desa tanpa sepengetahuan aparatur desa.

Selain menyimpan sejarah dunia. Pantai Lama Muda juga sangat cocok dijadikan sebagai lokasi melepaskan hobi memancing. Sebab, selain berdekatan dengan laut, posisi gampong itu juga dikelilingi oleh muara. Maka tidak heran, aktivitas masyarakat tidak pernah sepi di pesisir pantai tersebut.

Anda penasaran dengan keelokan Lama Muda ? Mari berkunjung.[]

Editor : Ihan Nurdin