Mengubah Tabu menjadi Tahu di Ajang Aceh Educamp

ACEHTREND.COM, Sabang – Anak muda di Aceh yang tergabung dalam komunitas Millennials Empowerment bersama Flower Aceh-Permampu menyelenggarakan Aceh Educamp 2019 dengan tema “Ubah Tabu Jadi Tahu” pada 1-3 November 2019 di Taman Pasi, Gampong Jaboi, Kota Sabang.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Youth Health Forum 2019 yang difasilitasi oleh MAMPU (Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan) di Jakarta.

Inisiator kegiatan, Bayu Satria memaparkan tujuan kegiatan untuk memberikan penyadaraan tentang hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR) termasuk isu gizi bagi remaja.


“Aceh Educamp 2019 ini bentuk kegiatannya kemah anak muda untuk membahas soal HKSR termasuk isu gizi di provinsi Aceh. Tujuannya supaya bertambah banyak anak muda yang melek HKSR dan mampu menularkannya di lingkungan terdekatnya, sehingga mendukung  pemerintah Aceh  mewujudkan program Aceh Sihat yang sukses dan berbasis partisipasi publik,” ujarnya.

Bayu menambahkan, kegiatan yang diikuti oleh 21 orang remaja dari 21 kabupaten/kota ini juga menjadi sarana berbagi pengetahuan terkait persoalan yang dihadapi remaja dalam mengakses informasi seputar HKSR yang dinilai tabu untuk didiskusikan.

“Pendidikan seksual tubuh dan kesehatan reproduksi merupakan satu dari banyaknya informasi yang penting bagi remaja, akan tetapi hal tersebut masih jarang dibahas secara komprehensif di Indonesia khususnya di Aceh, banyak pihak yang menganggap bahwa hal tersebut tabu dan tidak perlu untuk di bahas dan didiskusikan. Akibat dari kurangnya informasi yang bertanggung jawab membuat remaja tergerak untuk mengakses informasi instan menggunakan internet, tidak jarang juga didapat dengan tanpa disengaja,” jelasnya.

Belajar HKSR melalui kegiatan Aceh Educamp ini mendapatkan apresiasi dan respons positif dari para peserta, seperti komentar Muhammad Nebiel Wareth, peserta asal Aceh Utara.

“Kegiatan ini melibatkan banyak kabupaten/kota dengan konsep acara anak muda banget dan ramah lingkungan. Kita belajar di ruang terbuka, menyatu dengan alam, sehingga penyampaian materi dan diskusi HKSR-nya menjadi lebih nyaman dan mudah diterima.

Lebih lanjut kegiatan juga menjadi sarana berbagi pengalaman terkait isu kesehatan, gizi dan HKSR, seperti yang dirasakan oleh Nadeeya, peserta asal Aceh Besar dan Rif’at, peserta asal Aceh Tenggara.

“Di kegiatan ini saya bisa lebih leluasa bercerita pengalaman HKSR saya. Saya juga mendapatkan jawaban atas masalah yang saya hadapi seputar HKSR dari pengalaman teman lainnya. Apalagi metodenya dengan board game, sangat menarik karena kita bisa belajar dari permainan itu,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sabang, Ir. Iskandar Muda, MM pada sambutan penutupan kegiatan menyampaikan harapan dan dukungannya terhadap aktivitas positif yang dilaksanakan oleh kelompok muda.

“Kegiatan ini sangat positif dan bisa menjadi satu strategi dalam melakukan edukasi dan kampanye HKSR bagi remaja.  Harapan kami semakin banyak desa-desa yang bisa diedukasi di Kota Sabang seputar HKSR karena masih jarang orang mau menjelaskan hal tersebut dalam lingkungan mereka. Kami siap membantu apabila ada lagi kunjungan tersebut,” tegasnya.

Aceh Educamp 2019 juga menghadirkan beberapa narasumber dari intansi/lembaga Unicef, Flower Aceh, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh dan Pusat Studi HAM Unsyiah.[]

Editor : Ihan Nurdin