Mursidah Divonis Tiga Bulan Penjara Tanpa Ditahan

Sidang akhir Mursidah di PN Lhokseumawe, Selasa, 5 November 2019. @aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Majelis Hakim Pengadilan Lhokseumawe menjatuhkan vonis 3 bulan penjara dengan masa percobaan selama 6 bulan kepada Mursidah. Terdakwa dinyatakan bersalah terkait kasus perusakan pintu pangkalan elpiji 3 kilogram bersubsidi di Gampong Meunasah Masjid, Muara Dua, Kota Lhokseumawe pada November 2018 lalu.

Putusan dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim di Ruang Sidang Garuda Kantor Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Selasa (5/11/2019). Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penutup Umum (JPU) selama 10 bulan penjara.

“Terdakwa Mursidah dinyatakan bersalah dan divonis tiga bulan penjara dengan masa percobaan 6 bulan, artinya Mursidah dalam perkara ini tidak ditahan,” kata Ketua Hakim, Jamaluddin.

Jamaluddin menyebukan dalam masa percobaan terdakwa tidak boleh melakukan masalah baru yang dapat merugikan orang lain.

Atas keputusan tersebut Majelis Hakim memberi waktu tujuh hari kepada Jaksa Penuntut Umum dan terdakwa untuk berpikir terkait putusan perkara tersebut, apakan akan dilakukan banding atau menempuh jalur hukum lainnya.

Terkait keputusan perkara terdakwa Mursidah katanya dengan berbagai pertimbangan. Mereka juga diberi hak-haknya untuk menerima atau melakukan banding dengan putusan tersebut, hal yang sama juga diberikan kepada Jaksa Penuntu Umum (JPU) karena majelis hakim sudah melihat bagaimana fakta-fakta hukum di persidangan.

Kuasa Hukum Mursidah, Zulfan Zainuddin, mengatakan pihaknya menghormati putusan majelis hakim untuk kepastian hukum bagi terdakwa. Namun atas putusan tersebut terdakwa terbukti secara sah dan mengingat dengan vonis 3 bulan penjara dan masa percobaan enam bulan tanpa ditahan.

“Tindakan selanjutnya nanti kita akan lakukan musyawarah lebih dulu dengan terdakwa. Apakah terdakwa menerima vonis tersebut atau tidak. Jika keberatan dengan keputusan tersebut, maka kami siap melakukan upaya hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Lhokseumawe, Fakhrillah menyebutkan dalam persidangan hakim sudah memutuskan terbukti terdakwa bersalah melakukan perusakan yang bagaimana maksud dalam Pasal 406 KHUP.

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK