BLK Bener Meriah Masih Gunakan “Mobil Butut” untuk Praktikum Siswa

Kepala BLK Bener Meriah Sumarwanto (kanan) bersama para instruktur di ruang praktik otomotif roda empat. @aceHTrend/Hasan Basri M Nur

ACEHTREND.COM, Bener Meriah – Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bener Meriah hingga saat ini masih menggunakan mobil keluaran 1980-an atau “mobil butut” sebagai fasilitas praktik bagi siswa-siswi yang belajar di sana. Sementara kenyataan di lapangan mobil-mobil usia renta tersebut sudah nyaris tidak ditemukan lagi di lapangan.

“Saat ini BLK Bener Meriah masih menggunakan mobil keluaran 1990-an bahkan 1980-an untuk praktik siswa kejuruan otomotif roda empat. Kondisi ini tidak menguntungkan karena selesai pendidikan siswa tidak menemukan lagi mobil jenis ini,” kata Sumarwanto, Kepala UPTD BLK Bener Meriah, kepada aceHTrend, Rabu (6/11/2019) di BLK setempat.

Didampingi dua stafnya, Mahlian dan Rahmawati SPd, Sumarwanto berharap agar agar pihak-pihak terkait membantu menyediakan kendaraan model terbaru untuk fasilitas praktik siswa-siswi di kujuruan otomotif roda empat.

“Untuk kendaraan roda dua sudah ada model terbaru, keluaran 2018. Kami berharap untuk kejuruan otomotif roda empat juga disediakan fasilitas yang lebih baik agar siswa mendapatkan ilmu yang sesuai dengan kenyataan di lapangan,” ujar Sumarwanto.

Wartawan AT mencoba nyetir kendaraan butut di BLK Bener Meriah

Sumarwanto menambahkan, BLK Bener Meriah dalam waktu dekat akan melatih pemuda-pemudi dari seluruh desa di Bener Meriah dalam membantu penumbuhan ekonomi kreatif. Ini adalah implementasi dari Perbup Bener Meriah 2019 tentang peningkatan ekonomi kreatif di pedesaan dengan memanfaatkan dana desa.

“Insya Allah pada akhir bulan November ini BLK Bener Meriah bekerja sama dengan Karang Taruna akan melatih 880 pemuda/pemudi dari seluruh desa di Bener Meriah. Pelatihan disesuaikan dengan potensi desa masing-masing,” katanya.

Secara umum, BLK Bener Meriah tergolong baik, rapi, dan fasilitas memadai. Gedung-gedung dan taman dalam kompleks BLK terlihat bersih dan terawat, walaupun menurut pengakuan Sumarwanto, tidak tersedia biaya perawatan rutin.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK