Kuasa Hukum Irwandi Yusuf Beri Tanggapan atas Jawaban Tergugat

Kuasa Hukum Irwandi Yusuf @aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Sidang perkara politik gugatan Irwandi Yusuf terhadap tiga kader PNA memasuki masa persidangan keempat. Sidang yang kembali digelar di Pengadilan Negeri Banda Aceh siang tadi itu beragendakan replik atau tanggapan penggugat terhadap jawaban dari pihak tergugat.

Sidang masih dipimpin langsung oleh majelis hakim yang diketuai Nendi Rusnedi SH bersama dua hakim anggota, Eti Astuti SH dan Mukhtar SH. Tiga kuasa hukum Irwandi Yusuf membacakan tanggapan atas jawaban (replik) secara bergantian, yaitu Haspan Yusuf Ritonga, Husni Bahri Tob, dan Isfanuddin.

Haspan Yusuf Ritonga mengatakan, semua dalil jawaban dari semua tergugat, baik 1, 2, dan 3 yang dibacakan pada sidang sebelumnya tidak memiliki dasar fakta dan dasar hukum.

“Oleh karena itu, maka kita menjelaskan semua di dalam replik ini, supaya majelis hakim tidak perlu mempertimbangkan lagi alasan yang tidak berdasar itu, dan supaya mengabulkan gugatan penggugat sepenuhnya,” kata Haspan.

Dalam fakta sidang, lanjut Aspan, pihaknya sudah menjawab dengan terang saat membacakan replik, pada intinya semua jawaban mereka itu tidak memiliki dasar hukum, sehingga pihaknya berpendapat eksepsi tergugat tidak memiliki dasar hukum.

“Harapannya semua kisruh ini bisa cepat selesai, mungkin semua kader, masyarakat menghendaki agar ini cepat selesai, dan menunggu kepastian hukum agar partai ini juga bisa berjalan sebagaimana mestinya,” sebut Aspan.

Sementara itu, Husni Bahri Tob menambahkan, bahwa pada sidang berikutnya nanti, pihaknya hanya mendengarkan duplik, itu juga penting untuk dicermati, sehingga setelah duplik, persidangannya adalah persiapan alat bukti dan saksi, untuk diambil kesimpulan oleh dewan hakim.

“Sehingga dari alat bukti dan saksi, kemudian akan dibuat kesimpulan. Sehingga dalam persidangan ini, dapat dijadikan bahan pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara,” jelasnya.

Kuasa hukum tergugat 1 atas nama Samsul Bahri alias Tiong, Askalani mengatakan, replik yang disampaikan oleh kuasa hukum penggugat pada sidang kali ini, dianggap banyak mengulang apa yang telah dijawab pada sidang sebelumnya.

“Intinya kami masih tetap berpatokan pada jawaban kami sebelumnya, bahwa dalil-dalil yang disampaikan tadi, menurut kami juga akan kami sampaikan pada sidang berikutnya,” katanya.

Ia menambahkan, ada beberapa dalil replik yang tadi disampaikan pihak penggugat, bahwa pihaknya kemudian akan mendalilkan beberapa hal pokok perkara yang sebelumnya juga telah disampaikan pada sidang eksepsi sebelumnya.

“Pertama fokus kita adalah pada substansi apakah betul yang disebut dengan dalil penggugat itu sudah sesuai terhadap fakta gugatan yang dilayangkan. Kedua kami juga ingin sampaikan bahwa dalam pokok perkaranya, sebagaimana yang ingin kami sampaikan kepada majelis juga, salah satunya bahwa mekanisme terkait dengan keputusan memecat tergugat satu melalui mahkamah partai. Menurut kami itu tidak sesuai dengan mekanisme, karena pihak tergugat sama sekali tidak pernah diberi tahu, dan bahkan dipanggil untuk menghadapi sidang mahkamah partai,” jelasnya.

Terkait soal menyurati pihak KPK yang mempertanyakan 16 surat yang dilayangkan dan ditandatangani oleh Irwandi Yusuf dari balik penjara KPK, itu juga menjadi bahan untuk didalilkan, namun hingga sekarang belum ada penjelasan dari pihak KPK.

“Penjelasan terkait surat tersebut sangat dipenting bagi kami kuasa hukum tergugat satu, terkait tanggal surat tersebut sangat berdekatan, kami ingin mengetahui apakah semudah itu Pak Irwadi bisa menandatangani surat tersebut dari dalam tahanan, dan apakah benar surat tersebut ditandatangani oleh Irwandi sendiri. Namun hingga saat ini kami masih menunggu surat balasan dari KPK, yang paling khusus adalah surat pemecatan terhadap saudara tergugat satu,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK