Perkara 53 Kg Sabu, 1 Terdakwa Divonis Mati, 3 Lainnya Penjara Seumur Hidup

Empat terdakwa dalam ruang sidang @aceHTrend Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe- Pengadilan Negeri Kelas II B Lhokseumawe menjatuhkan hukuman berbeda kepada empat terdakwa perkara 53 kilogram sabu-sabu saat pembacaan putusan hukuman dalam Ruang Sidang Garuda Kantor Pengadilan Negeri Kelas II B Lhokseumawe, Kamis (7/11/2019).

Masing-masing terdakwa, yaitu Ibnu Sahar, warga Gampong Runtoh, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, dalam persidangan majelis hakim memvonis terdakwa dengan pidana mati. Sedangkan tiga lainnya, yaitu Hamdan Syukranilillah, Irwandi, dan Muhammad Arazi, ketiganya warga Desa Ujong Blang, Dusun Kuala Mamplam, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, divonis hukuman penjara seumur hidup.

“Kenapa beda, dari pertimbangan hakim Ibnu Sahar telah mengangkut narkotika sebanyak lima kali, sedangkan tiga lainnya hanya empat kali, makanya putusannya berbeda,” ujar Penasihat Hukum Terdakwa, Anita Karlina, kepada awak media.

Anita menyebutkan terkait putusan dari majelis hakim, pihaknya diberi waktu selama tujuh hari untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya.

“Jadi selama tujuh hari kita tak melakukan upaya apa pun maka putusan itu inkrah. Kemungkinan besar kita akan ajukan banding,” jelasnya.

Para terdakwa itu terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fakrillah mengatakan putusan terhadap Ibnu Sahar dengan vonis hukuman mati itu sesuai dengan tuntutan dari JPU. Sedangkan untuk tiga terdakwa dengan vonis hukuman seumur hidup pihaknya akan lebih dulu mempelajari putusan tersebut.

Fakrillah menjelaskan untuk definisi hukuman seumur hidup itu sendiri berarti dua makna, ada yang mengartikan seumur hidup sesuai dengan umur terpidana saat diputuskan putusan dan dihukum penjara sampai terpidana meninggal dunia.

Namun, putusan Lembaga Permasyarakatan Lhokseumawe sepakat menggunakan doktrin seumur hidup dengan arti sampai meninggal dunia.

“Jika terpidana nantinya tidak melakukan upaya hukum banding, maka ketiga terpidana dengan status hukuman seumur hidup akan dipenjara di Lapas Lhokseumawe,” katanya.

Sedangkan terdakwa hukuman mati akan dieksekusi di Nusa Kambangan atau di Lampung sesuai dengan musyawarah dan fatwa pengadilan. Itupun jika tidak dilakukan banding dan menerima dengan putusan yang dibaca majelis hakim.

“Jika nanti terdakwa hukuman mati bersama dengan penasihat hukum melakukan banding, kita dari JPU pun akan mengupayakan banding,” pungkasnya.

Sidang itu dipimpin Hakim Ketua, Mukhtar, SH, MH, didampingi Hakim Anggota, Jamaluddin, SH, dan Mukhtari, SH, MH, dihadiri empat terdakwa dan penasihat hukumnya, Anita Karlina, SH, dari LBH Bhakti Keadilan. Sementara tim JPU yakni Fakhrillah, SH, Al Muhajir, SH, Muhammad Doni Sidik, SH, dan Helfandra Busrian, SH.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK