Polisi Ciduk Tujuh Pemakai Sabu dan Satu Pengedar Ganja di Aceh Barat

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK memperlihatkan barang bukti @aceHTrend/Sudirman Z

ACEHTREND.COM, Meulaboh – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat berhasil menciduk delapan tersangka penyalahgunaan narkoba jenis ganja dan sabu-sabu yang selama ini beroperasi di wilayah hukum Aceh Barat. Dari delapan tersangka tersebut, satu orang dinyatakan pengedar ganja dan tujuh orang pemakai sabu-sabu.

Penangkapan delapan tersangka tersebut dilakukan dalam operasi pengungkapan kasus oleh Sat Resnarkoba Polres Aceh Barat terhitung dari tanggal 5-9 November 2019 di tujuh TKP berbeda. Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 1,2 gram sabu-sabu, dan 2.200 gram ganja kering.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kasat Narkoba, Iptu Novrizaldi, Senin (11/11/2019) menyebutkan, tersangka beserta  barang bukti saat ini sudah diamankan di Mapolres Aceh Barat guna pengembangan penyelidikan.

“Kasus ini terus kami kembangkan untuk menangkap tersangka lain,” katanya.

Delapan orang tersebut berinisial BR (41), berprofesi wiraswasta, HM (28) masih mahasiswa, FA (20) pelajar/mahasiswa, JD (24) buruh bangunan, SM (51) wiraswasta, JD (28) Swasta, dan TM (28) pelajar/mahasiswa sebagai pengguna. Kemudian Inisial AF (45) yang berprofesi sebagai wiraswasta merupakan sebagai pengedar narotika jenis ganja.

Adapun lokasi penangkapan di antaranya di Gampong Aron Baroh, Kecamatan Woyla; Gampong Peulanteu, Kecamatan Bubon. Selanjutnya di Jalan Singgah Mata I Gampong Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan; Gampong Pasi Aceh Baroh, Kecamatan Meureubo; Gampong Kampung Belakang, Kecamatan Johan Pahlawan ada dua lokasi. Terakhir Gampong Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan sebagai TKP pengedar ganja.

Atas pebuatannya tujuh tersangka dijerat dengan Pasal 114 (1) jo pasal 112 (1) jo pasal 127 (1) sebagai pengguna dengan ancaman hukuman 1 sampal 5 tahun penjara. Sedangkan tersangka inisial AF dijerat dengan pasal 111 (2) jo pasal 114 (2) sebagai pengedar dengan ancaman hukuman 10 sampal 20 tahun penjara.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK