Sungai di Kota Medan Tercemar Ratusan Bangkai Babi

Ilustrasi

Medan – Sungai Bedera di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan tercemar oleh ratusan bangkai babi yang telah membusuk dan menimbulkan bau menyengat. Dari 1,2 juta populasi babi yang ada di Sumatera Utara, sebanyak 4.682 ekor telah mati akibat wabah hog cholera dalam beberapa waktu terakhir.

Babi-babi yang mati karena wabah itu ditemukan di belasan kabupaten/kota seperti Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Samosir.

Mengutip lansiran CNN Indonesia, Senin (11/11/2019), Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, telah mengimbau para kepala daerah agar bertindak cepat mengantisipasi semakin meluasnya wabah tersebut.

Edy juga mengingatkan warga agar tidak membuang ternak babi yang mati ke aliran sungai, karena itu melanggar Undang-Undang No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

“Dilarang membuang ternak babi yang mati ke sungai atau ke hutan dan segera menguburnya. PPNS kita akan bekerja sama dengan kepolisian siap menindak siapa saja yang melanggarnya,” ujar Edy sebagaimana dikutip aceHTrend dari CNN Indonesia.

Virus ini pertama kali ditemukan pada 25 September 2019. Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahid, menyebutkan bahwa virus itu hanya menular dari babi ke babi. Tidak pada ternak lain atau pada manusia.

“Sampai saat ini virus tersebut hanya dari babi ke babi, belum ada laporan bisa menginfeksi ternak lain, namun dengan adanya pembuangan bangkai babi ke sungai maka akan terjadi pencemaran air, yang bisa menimbulkan penyakit diare, namun saat ini juga belum ditemukan kasus karena pencemaran air tersebut,” katanya.

Ia juga mengharapkan agar bangkai yang telah dibuang ke sungai atau pun hutan agar segera dievakuasi.

“Kami pun berharap agar bangkai babi ini segera dievakuasi dari sungai sehingga air aliran sungai tidak tercemari lagi, dan kemudian mengubur bangkai tersebut, sehingga wabahnya tidak menimbulkan penyakit lain,” tambahnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK