Mengandung Senyawa Kimia Berbahaya, BPOM Usulkan Larangan Konsumsi Rokok Elektrik

Ilustrasi

Jakarta – Aroma rokok elektrik dan vape yang begitu menyengat sering menjadi pergunjingan bagi mereka yang tidak merokok. Rencana pemerintah yang ingin melarang penggunaan rokok eletrik dan vape sepertinya akan menjadi angin segar bagi nonperokok. Usulan ini datang dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan usulan tersebut nantinya akan masuk dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

“Ya harus ada payung hukum. Kalau belum ada BPOM tidak bisa mengawasi dan melarang. Payung hukumnya bisa revisi PP 109,” kata Penny mengutip lansiran detik.com, Senin (11/11/2019).

Usulan itu menurut Penny bukan tanpa kajian mendalam, BPOM kata dia telah menemukan beberapa fakta ilmiah mengenai kandungan rokok tersebut. Di dalamnya mengandung senyawa kimia berbahaya seperti nikotin, propilenglikol, Perisa (Flavoring), logam, karbonil, serta tobacco specific nitrosamines (TSNAs), dan diethylene glycol (DEG).

Tidak hanya itu, lanjut Penny, klaim dari sisi kesehatan juga menyatakan bahwa vape sebagai produk aman dan menjadi metode terapi berhenti merokok merupakan studi yang subyektif.

“WHO menyatakan tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan rokok elektronik dapat digunakan sebagai terapi berhenti merokok,” ungkap dia.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK