Perkara Eksploitasi Anak di Lhokseumawe Mulai Disidangkan

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Pengadilan Negeri (PN) Kelas II B Lhokseumawe mulai menggelar sidang perdana terhadap pasangan suami istri Muhammad Ismail dan Uli Grafita terkait perkara perbuatan eksploitasi secara ekonomi terhadap anak kandungnya sendiri. Sidang berlangsung di Ruang Garuda Kantor PN Kelas II B Lhokseumawe, Selasa (12/11/2019).

Pantauan awak media, kedua terdakwa tidak didampingi pengacara. Majelis hakim Jamaluddin juga sempat menanyai terdakwa, apakah memiliki kuasa hukum dan dijawab tidak ada oleh mereka. Selanjutnya pengadilan menunjuk Munawir SH dari LBH Bhakti Keadilan sebagai kuasa hukum mereka. Setelah itu, Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lhokseumawe membaca surat dakwaan.

Jaksa Penuntut Umum, Fakrillah mengatakan ini sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan terhadap dua terdakwa terkait perbuatan eksploitasi secara ekonomi terhadap anak, yang dilakukan ayah tirinya bernama Muhammad dan Uli Grafita selaku ibu Kandung.

Fakrillah menyebutkan, kedua terdakwa melanggar Pasal 76 i dan Pasal 13 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2004 tentang Perlidungan Anak. Sedangkan dakwaan kedua dikarenakan juga melakukan kekerasan terhadap anak, mereka melanggar Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Jika dilihat dengan ancaman keduanya akan dikenakan hukuman penjara di atas lima tahun penjara, itu sesuai dengan sesuai dengan undang-undang dikenakan untuk para terdakwa,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Fakrillah, tahap persidangan lanjutan yang akan dilaksanakn minggu depan, pihaknya akan menghadirkan saksi-saksi memberi keterangan dalam persidangan untuk memberi saksi apa yang telah didakwakan dan apa yang telah mereka perbuat.

Sementara itu, Kuasa Hukum Terdakwa, Munawir menyebutkan dalam persidangan perdana ini pihaknya tidak mengajukan keberatan.

“Jadi kami tidak ajukan keberatan dan kita minta sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi yang akan dilaksanakan pada Selasa, 19 November 2019 mendatang,” katanya.

Munawir mengatakan akan mempelajari pasal-pasal dikenakan pada terdakwa oleh JPU. Pasal alternatif yang didakwakan yakni Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Jadi nanti akan kita pelajari pasal mana yang akan mengutungkan para terdakwa,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK