Tiga Terdakwa Kasus Jual Beli Tenggiling Dituntut Satu Tahun Penjara

@aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Sidang perkara jual beli sisik tenggiling kembali digelar di Pengadilan Negeri Banda Aceh dengan agenda pembacaan tuntutan kepada tiga terdakwa, Selasa (12/11/2019). Ketiga terdakwa dituntut penjara satu tahun, denda sebesar Rp2 juta, dan subsider dua bulan kurungan.

Ketiga terdakwa yaitu, Khairul Furqan, Ahmad Zaini, dan Fauzul. Masing-masing memiliki peran berdeda.

Dalam sidang itu Jaksa Penuntut Umum Fitriani SH, menuntut terdakwa Khairul Furqan dan Muhammad Zaini dalam satu berkas perkara. Sementara terdakwa Fauzul pada berkas lainnya yang dibacakan oleh JPU Maulijar.

JPU Fitriani SH kepada wartawan mengatakan, keduanya melanggar UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pasal 21 Ayat 2 huruf b dan d dan JPU menuntut keduanya masing masing 1 Tahun Penjara Denda 2 juta atau subsider 2 bulan.

“Yang menjadi pertimbangannya adalah, terakhir mereka mengakui salahnya, jadi itu membuat kita lebih memikirkan sisi kemanusiaan, tapi seandainya mereka tetap tidak mau akui, maka bisa lebih berat,” kata Fitriani.

Ia menambahkan, untuk hal yang memberatkan, mereka tidak mendukung program pemerintah, karena satwa tersebut dilindungi, sementara yang meringankan mereka bersikap sopan di persidangan, kemudian mengakui kesalahannya, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

“Mereka bertiga dituntut sama, karena pasal yang dilanggar juga sama, dari para terdakwa yang hanya memiliki penasihat hukum hanya terdakwa Furqan, sementara yang dua terdakwa lainnya tidak. Khairul Furqan melalui pengacaranya akan melakukan pledoi, yang dijadwalkan minggu mendatang, sementara untuk kedua terdakwa lainnya karena tidak memiliki kuasa hukum, maka juga diberi waktu satu minggu untuk melakukan pembelaan, baik secara tertulis ataupun secara lisan,” jelasnya.

Menurutnya, tuntutan satu tahun tidaklah ringan, karena ancaman hukuman maksimalnya lima tahun.

“Karena dituntut seperlima dari ancaman, itu tidak ringan, kecuali ancamannya 20 tahun, baru kecil untuk tuntutan satu tahun,” kata Fitriani

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Furqan, Dedy Ichsan SH kepada aceHTrend mengatakan, terkait tuntutan jaksa hari ini, pihaknya akan melakukan rapat dengan PBH Peradi Banda Aceh, untuk menanggapi tuntutan jaksa pada sidang mendatang.

“Yang kami harapkan jaksa menuntut kita lepas, memang barang itu ada sama kita, tapi yang kita tekankan bukan soal barangnya, tapi proses penangkapannya, dan juga dalam fakta sidang, bahwa barang itu dipesan oleh Kodi dari Medan, dan itu tidak pernah ditindaklanjuti oleh polisi,” katanya.

Menurutnya, pada sidang minggu lalu, dalam fakta sidang juga terungkap bahwa polisi melakukan under cover dalam perkara ini, sehingga pihaknya berkesimpulan bahwa pemesan barang tersebut juga bagian dari penyamaran petugas.

“Karena itu pesanan, dan juga tidak terungkap siapa Kodi sebenarnya, dan juga saksi ahli penangkapan mengatakan ini by under cover sehingga kami berkesimpulan, Kodi ini bagian dari skenario polisi dalam melakukan penyamaran untuk menangkap Furqan. Karena ini jebakan, maka terdakwa Furqan harus lepas dari tindak pidana ini,” kata Dedy Ichsan.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK