MTsN Matang Kuli Terpaksa Diliburkan karena Banjir

MTsN Matangkuli yang terendam banjir @aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Puluhan siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Matang Kuli, Aceh Utara terpaksa diliburkan akibat banjir yang merendam kawasan itu sejak Selasa (12/11/2019).

Selain sekolah, sejumlah rumah penduduk serta areal persawahan di tiga kecamatan, yakni Matang Kuli, Pirak Timu, dan Tanah Luas juga ikut terendam banjir akibat luapanKrueng Keurutoe di Aceh Utara.

Kepala BPBD Aceh Utara, Amir Hamzah saat dijumpai di lokasi banjir mengatakan, kondisi banjir saat ini sudah mulai surut, meskipun sejumlah rumah di tiga kecamatan tersebut masih ada yang tergenang air.

“Kini warga sudah mulai membersihkan rumahnya dari lumpur diakibatkan banjir akibat luapan sungai Krueng Keurutoe dan Krueng Pirak,” kata Amir Hamzah kepada awak media, Rabu (13/11/2019).

Selain itu, hingga saat ini warga belum bisa beraktivitas dengan normal. Bahkan ada sekolah terpaksa diliburkan karena masih tergenang air dan ada juga sekolah yang mulai melakukan pembersihan.

Dia menjelaskan, debit air di Krueng Keureutoe sore kemarin mencapai 4,40 meter, tapi saat ini sudah mulai surut mencapai 3,90 meter. Ketinggian air langsung dipantau dan diukur pada debit air di Krueng Keureutoe.

“Dari laporan diterima ada 23 gampong di tiga kecamatan tersebut terendam banjir. Alhamdulilah, kondisinya sudah mulai surut,” katanya.

Sementara itu, salah seorang Guru MTsN Matang Kuli, Erlin, mengatakan siswa terpaksa diliburkan karena air masih merendam ruang belajar.

“Mungkin siswa terpaksa diliburkan empat hari, karena air juga masuk ke ruang belajar siswa,” katanya.

Ia berharap adanya perhatian pemerintah dalam hal ini, karena sekolah ini sudah setiap tahun tergenang banjir.

“Jika hal itu terjadi maka siswa harus terpaksa diliburkan dan sangat disayangkan mereka nanti tidak bisa ikut proses belajar dan mengajar,” ujarnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK