Kurangi Pengangguran, YARA Latih dan Pekerjakan Perempuan Desa

Ketua YARA Safaruddin Penyerahan sertifikat kepada peserta usai pelatihan satu bulan dan magang empat bulan. @aceHTrend/Hasan Basri M Nur

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Provinsi Aceh melatih 10 perempuan desa usia produktif. Para perempuan itu berasal dari berbagai gampong di Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Pelatihan ini kami lakukan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bangun Negeri di bawah YARA. Sementara funding kegiatan ini ada dua, yaitu Disnakermobduk dan Bank Aceh,” kata Safaruddin kepada aceHTrend, Rabu (14/11/2019) di sela-sela penutupan program tersebut di kantor YARA Banda Aceh.

“Disnakermobduk memfasilitasi pelatihan selama satu bulan dan pemagangan kerja selama empat bulan. Total lima bulan. Setiap peserta diberikan uang saku Rp1 juta per bulan selama lima bulan. Sedangkan Bank Aceh menyediakan mesin jahit dan fasilitas pelatihan lainnya,” tambah Safaruddin.

YARA melalui LPK Bangun Negeri ke depan berjanji akan menggelar pelatihan serupa atau lainnya. Caranya adalah dengan melakukan pendataan calon peserta, minat, prospek, bentuk program dan calon donor.

“YARA ikut berpikir untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Program ini sumber dana dari APBN. Kami dengar dana APBA juga cukup banyak di Aceh agar dianggarkan untuk program serupa yang nyata manfaat bagi rakyat kecil,” ujar Safaruddin.

10 perempuan yang mendapatkan pelatihan keterampilan menjahit dari YARA dan Disnaker Aceh @aceHTrend/Hasan Basri M Nur

Sementara itu, Kabid Pelatihan dan Perluasan Kerja Disnakermobduk Aceh, Aswar Ramli Paya, menyebutkan, program pelatihan dan pemagangan menjahit ini sudah selesai dan berlangsung sukses.

“Kesuksesan ditandai telah terampil menjahit sebanyak sepuluh perempuan desa. Dua dari mereka bahkan telah direkrut untuk bekerja di tempat magang,” kata Aswar.

Aswar meminta peserta yang telah dilatih untuk membuka usaha menjahit atau bekerja pada usaha taylor.

“Utamakan kualitas dan pelayanan. Biasanya tukang jahit jarang menyelesaikan order tepat waktu. Upayakan ibu-ibu mengubah kebiasaan itu. Bila perlu harus ada paket jahitan terima pagi dan siangnya selesai,” ujar Aswar disambut applaus peserta.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK