2,4 Juta Akun Pelamar CPNS Terdaftar di Portal SSCN

Jakarta – Memasuki hari kelima pendaftaran seleksi CPNS tahun 2019, Badan Kepegawaian Negara (BKN) merilis sebanyak 2,4 juta pelamar telah membuat akun di portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN). Namun, baru 10,6 persen saja yang telah menuntaskan langkah pendaftaran hingga tahap SUBMIT.

Plt Kepala Biro Hubungan Kemasyarakatan (Humas) BKN, Paryono, sebagaimana dikutip aceHTrend di laman setkab.go.id, Sabtu (17/11/2019), menjelaskan bahwa kondisi itu bisa saja terjadi karena umumnya pelamar masih melihat-lihat dan mencari informasi mengenai perkembangan pendaftaran.

Padahal hingga saat ini, lanjut Paryono, dalam portal SSCN telah terunggah informasi lowongan CPNS dari 507 instansi Pemerintah dari total 524 instansi yang membuka rekrutmen, sehingga sudah cukup banyak alternatif formasi jabatan yang dapat dipilih pelamar.

BKN mengimbau para pelamar yang telah menentukan pilihan instansi dan formasi yang akan dilamar, khususnya yang telah membuat akun dalam portal SSCN, untuk segera menuntaskan tahapan pendaftaran hingga ‘SUBMIT’.

“Hal ini perlu dilakukan agar pelamar tidak terjebak dalam situasi hectic yang menyebabkan pelamar sulit mengakses portal SSCN karena saling menunda-nunda penyelesaian tahapan pelamaran,” ujar Paryono.

Selain itu, BKN juga mengimbau pelamar untuk hanya menginput data dan berkas yang sebenarnya dan disyaratkan instansi dalam field lamaran. Dikhawatirkan jika pelamar “main-main” dalam pengunggahan dokumen, pelamar kemudian lupa untuk mengganti dengan data yang sesungguhnya, sehingga data palsu/tidak benar yang justru tersimpan dalam database SSCN ataupun yang tercetak.

“Data Center SSCN merilis informasi mulai maraknya pemakaian NIP dan KK untuk pendaftar abal-abal alias tidak niat mendaftar terbukti dengan banyaknya unggahan foto dan dokumen yang tidak dipersyaratkan instansi,” ujarnya.

Pengunggahan foto atau dokumen yang tidak disyaratkan tersebut dapat menjadi pintu masuk instansi menyatakan bahwa pelamar yang bersangkutan tidak memenuhi syarat (TMS). BKN juga mengingatkan pelamar, agar berhati-hati menyebarluaskan NIK dan KK di internet.

“Tim Kedeputian Bidang Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN mendapati banyak sekali informasi NIK dan KK pelamar CPNS disebarluaskan di laman media sosial,” ujarnya.[]

KOMENTAR FACEBOOK