Tahun Depan Unimal Terapkan Kurikulum Antikorupsi

@aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh melakukan penandatanganan kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) di Ruang Rapat Dekan FISIP di Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Senin (18/11).

Penandatangan itu dalam rangka pengembangan kurikulum pendidikan antikorupsi di kampus tersebut. Seremoni ini dihadiri semua ketua program studi yang ada di FISIP Unimal.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dekan FISIP, M Akmal, bersama Koordinator MaTA, Alfian, dan Koordinator ICW Adnan Topan Husode dengan masa kerja sama selama lima tahun.

M Akmal mengatakan, kerja sama ini sudah dijejaki sebelumnya, dan hari ini sudah sepakat dengan beberapa item kerja sama antara ICW, MaTA, dan FISIP.

“FISIP sendiri memiliki delapan prodi, untuk tahun depan akan menyisipkan kurikulum antikorupsi. Namun untuk saat ini baru ada dua prodi yang mempunyai MK tentang korupsi yaitu Sosiologi dan Politik,” katanya.

Akmal melanjutkan, untuk tahun depan harus dimulai yaitu kuliah pakar agar bisa mengundang teman-teman dari LSM, dan juga harus tuntas tentang kurikulum tersebut. Dan nantinya tinggal merampungkan tentang implementasi manajemen untuk menindaklanjuti kapan kurikulum itu bisa dijalankan.

“Tujuan kerja sama ini agar mahasiswa bisa memahami tentang sistem korupsi yang terjadi di lingkungan mereka, setidaknya kita bisa mengubah mereka agar usai kuliah tahu apa itu korupsi dan bagaimana menindaklanjuti,” tegas Akmal.

Pembantu Rektor IV Bidang Kerja Sama Unimal, Dr Nazaruddin menyebutkan kerja sama tersebut merupakan sesuatu yang sangat luar biasa sehingga ke depan pihaknya bisa berharap agar memiliki satu standar kurikulum antikorupsi yang dimulai dari FISIP.

“Pendidikan antikorupsi ini bagian dari ilmu di FISIP, nanti bisa dilihat dari segi-segi antikorupsinya. Kalau di Prodi Sosiologi ada mata kuliah antikorupsi itu mungkin masih dari aspek yang sangat umum, sementara ini akan masuk kepada materi yang sifatnya lebih khusus,” pungkasnya.

Lanjunya, “Hari ini kita melakukan suatu perjanjian kerja sama dan akan kita jadikan sebagai agenda bersama dan juga kajian akademik untuk kurikulum antikorupsi sehingga menjadi rujukan bagi fakultas dan prodi-prodi lain nantinya,” harap Nazaruddin.

Sementara Koordinator MaTA, Alfian, mengatakan kerja sama itu dalam bentuk pendidikan berbasis e-learning yang merupakan dari akademi antikorupsi (www.akademi.antikorupsi.org).

“Modul akademi antikorupsi ini d gunakan bagi mahasiswa sebagai wahana pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh,” kata Alfian.

Perjanjian tersebut bertujuan membantu kampus dalam pengembangan pendidikan antikorupsi dengan menggunakan modul perkuliahan e-learning akademi antikorupsi, kegiatan seminar, pelatihan, magang di MaTA dan pengabdian kepada masyarakat.

“Isu korupsi tidak hanya soal pemberantasan yang bisa dilakukan oleh kejaksaan, kepolisian, dan KPK. Akan tetapi, korupsi soal integritas dan mentalitas setiap individu. Sedangkan penerapan pendidikan antikorupsi melalui akademi antikorupsi merupakan sebagai upaya pembelajaran dalam penerapan nilai-nilai kejujuran dan integritas antikorupsi di kalangan kampus,” terang Alfian.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK