Tiga Destinasi Wisata Terbaru di Aceh Selatan

Air terjun Ceuraceu Beungkuang @ist

ACEHTREND.COM, Tapaktuan – Destinasi wisata yang ada di Aceh Selatan memang tergolong unik. Daerah yang berada di wilayah pantai barat selatan Aceh ini memiliki banyak tempat wisata karena berbatasan langsung dengan pantai yang menghadap Samudera Hindia dan pegunungan di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

Oleh karena itu pula daerah ini diuntungkan dengan keindahan alam berupa objek wisata seperti pantai, pulau, sungai, bebatuan, air terjun, dan laut. Selain itu, tiga etnis yang mendiami Aceh Selatan, yaitu Aneuk Jamee, Kluet, dan Aceh menjadikan daerah ini kaya akan budaya yang terlihat dari berbagai kisah dan legenda menurut kepercayaan masyarakat setempat sehingga juga dijadikan sebagai objek wisata.

Hampir setiap tahun ada saja temuan wisata baru yang membuat rasa penasaran banyak orang terhadap daerah yang juga disebut sebagai Kota Naga ini. Kali ini, terdapat tiga destinasi wisata yang kini menjadi bahan perbincangan dan menjadi tujuan wisatawan. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Komunitas Wisata Tuan Tapa, Ridha Muhammad Muchsin, tempat wisata itu kini mulai dikenal dan dikunjungi banyak orang.

Pertama ada Objek Wisata Batu Putri Batupang/termenung. Lokasinya berada di bibir Pantai Peulumat, Gampong Peulumat, Labuhan Haji Timur, Aceh Selatan. Jarak pantai ini dari Jalan Raya Tapaktuan-Meulaboh sekitar 2 km dan bisa diakses menggunakan sepeda motor atau mobil.

Objek wisata ini berupa batu yang menyerupai seorang perempuan yang sedang duduk di atas kura-kura besar, sambil menopang dagu. Oleh masyarakat setempat disebut sebagai Putri Batupang dan mempunyai legenda yang mengisahkan putri tersebut menjadi batu.

“Dulunya belum terdapat akses berupa jalan dan tangga untuk menuju lokasi ini sehingga banyak yang tidak mengetahuinya. Namun, setelah dibangunnya jalan dan tangga, hampir setiap minggu ada wisatawan yang datang kemari untuk melihat langsung objek wisata Putri Batupang. Cuma, ada jalan yang belum teraspal sekitar 500 meter lagi,” ujar Muchsin kepada aceHTrend, Minggu (17/11/2019).

Di tempat ini kamu bisa menikmati keindahan pantai Peulumat dengan rimbunnya pepohonan hijau di tepi pantai. Hanya saja belum terdapat fasilitas seperti rumah makan, toilet, dan mushala di tempat ini. Jadi, bila kamu ingin berwisata ke tempat ini hendaknya membawa bekal makanan sendiri dan tidak meninggalkan sampahnya di pantai.

Air terjun tangga seribu @ist

Destinasi wisata berikutnya ialah Air Terjun Tangga Seribu di Trumon Tengah, tepatnya berada di Gampong Ie Jeurneh. Jarak lokasi wisata ini dari jalan lintas Medan-Tapaktuan sekitar 8 km dan bila dari pusat Kota Tapaktuan membutuhkan waktu sekitar dua jam menggunakan kendaraan bermotor.

Objek wisata ini mulai diketahui pada tahun 2018 lalu dan semakin terkenal sejak dikunjungi oleh tim rombongan istri Gubernur Aceh nonaktif, Darwati A Gani pada 7 Juli 2019. Keindahan air terjun yang berundak-undak menyerupai anak tangga membuat Darwati begitu takjub akan objek wisata ini.

Hanya saja, bila kamu hendak mengunjungi objek wisata Air Terjun Tangga Seribu ada baiknya menggunakan pemandu lokal karena medan perjalanan yang harus dilalui sangat rumit. Sama halnya dengan objek wisata Batu Putri Batupang, Air Terjun Tangga Seribu juga belum dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Namun, bagi kamu yang mempunyai rasa penasaran dan jiwa petualang yang tinggi, destinasi wisata ini sangat cocok buat kamu karena keasriannya masih sangat terjaga.

Terakhir yang baru-baru saja heboh ialah Air Terjun Ceurace Beungkuang di Tromon Timur Aceh Selatan. Tepatnya berada di Dusun Ie Yalem, Gampong Jambo Dalem. Penemuan objek wisata baru ini oleh warga setempat, menjadi daya tarik bagi penikmat wisata alam. Beberapa foto dan video tentang Air Terjun Ceurace Beungkuang telah tersebar di berbagai media sosial.

Sekilas air terjun yang mirip dengan Air Terjun Niagara berbentuk mini ini akan menarik setiap pasang mata saat melihat keindahannya. Dikarenakan objek wisata ini baru dan belum terdapat akses jalan menuju ke sana, maka hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Jaraknya sekitar 4 km dan menghabiskan waktu sekitar dua jam setengah untuk sampai ke sana.

Bila kamu tertarik untuk mengunjungi tempat ini, hendaknya harus menggunakan pemandu lokal karena tempat yang tergolong baru ini hanya diketahui oleh warga setempat. Itulah tiga lokasi destinasi wisata terbaru yang ada di Aceh Selatan yang disampaikan Mukhsin.

“Kita berharap semua spot wisata yang ada di Aceh Selatan dapat dikelola secara professional oleh pemerintah setempat. Saran saya, pemerintah maunya mempunyai Rencana Induk Pengembangan Wisata Daerah yang menjadi kunci kemajuan pariwisata. Dengan begitu, perencanaan di tempat-tempat wisata ini dibuat detail engineering design (DED) khusus. Jadi, ada bedanya antara satu spot wisata dengan wisata lainnya. Misalnya pintu gerbang menuju objek wisata hendaknya mempunyai ciri khas tersendiri, infrastruktur jalan menuju lokasi wisata, dan termasuk fasilitas lainnya seperti toilet, mushalla, dan tempat kuliner harus dicari solusi terbaik,” ungkap Mukhsin yang aktif melakukan sosialisasi dan kunjungan wisata di berbagai spot wisata Aceh Selatan.

Kita berharap dengan adanya objek wisata baru ini, pemerintah Aceh Selatan lebih serius lagi memanfaatkan potensi wisata yang ada di Aceh Selatan. Tentunya dengan menyediakan fasilitas yang memadai sehingga akan memperbanyak tujuan wisata ke daerah penghasil pala ini.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK