Penjelasan Polisi Mengenai Simpang Siur Hilangnya Aktivis Jang-Ko Ricky Arasendi

Ricky Arasendi

ACEHTREND.COM, Takengon – Keberadaan Wakil Koordinator Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko), Ricky Arasendi (27), sampai saat ini masih menjadi tanda tanya besar. Namun, polisi memastikan kalau Ricky Arasendi bukan hilang, melainkan pergi dengan kemauan sendiri.

Pernyataan itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah, Iptu Agus Riwayanto Diputra, saat dikonfirmasi aceHTrend pada Selasa malam (19/11/2019).

Agus mengatakan bila Ricky bukan hilang seperti kabar yang berkembang di publik seolah-olah ada kaitannya dengan tindakan pidana.

“Kita juga sudah menjelaskan ke pihak keluarganya bahwa dia pergi atas kemauan sendiri. Terkait laporan hilangnya Ricky tidak ada unsur pidana terkait perginya dia sampai saat ini,” jelasnya.

Kesimpulan itu kata Agus, berdasarkan hasil penelusuran polisi bahwa Ricky sengaja menitipkan sepeda motornya di salah satu warung internet yang ada di Kota Takengon. Kemudian Ricky meminta rekannya yang bernama Faisal Tebe mengantarkan dirinya ke Simpang Empat Bebesen.

Sampai di sana Ricky diketahui naik mobil penumpang L300 menuju arah Kabupaten Bireuen. Namun, berdasarkan keterangan Agus, Faisal Tebe tidak mengetahui pasti ke mana Ricky hendak pergi saat itu.

“Terkait laporan itu kami juga melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan keberadaan Ricky sebelumnya di salah satu warnet di Kota Takengon. Selain itu, sepeda motor yang sebelumnya digunakan Ricky dan terparkir di depan warung internet tersebut juga sudah diamankan,” katanya.

Rekaman CCTV tersebut diperiksa pada Senin (18/11/2019) oleh pihak kepolisian. Polisi memperkirakan sekitar pukul 10.00 WIB hari itu, Ricky masih berada di kawasan Kota Takengon.

Istri Ricky, Amalia, juga sudah membuat laporan perihal suaminya yang sudah lebih sepekan tidak pulang ke rumah.

“Jika pihak keluarga Ricky meminta bantuan pihak kepolisian untuk melakukan pencarian, kami siap mem-back up,” ujar Agus.

Sementara itu, Aliansi Masyarakat Sipil Anti Penyiksaan (SIKAP)-Penasehat Jangko mendesak Polres Aceh Tengah dan Polda Aceh serius menelusuri keberadaan Ricky Arasendi untuk memastikan kondisinya sehat walafiat.

Koordinator SIKAP, Quadi Azam mengatakan, permintaan itu merupakan mandat UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian dan Peraturan Internal Kepolisian Lainnya.

“Kita tidak ingin mengait-ngaitkan kehilangan Ricky dengan kerja-kerja HAM yang ia lakukan selama ini. Oleh karena itu harapan kami pihak kepolisian segera menemukan Ricky. Sehingga tidak menjadi kegaduhan informasi yang kurang sehat untuk psikologis istri maupun keluarga besarnya,” kata Quadi Azam melalui keterangan tertulis yang diterima aceHTrend.

Pihaknya juga meminta kepolisian tidak memberikan informasi yang spekulatif atas penelusuran jejak kehilangan aktivis Jang-Ko yang meninggalkan rumah sejak 8 November 2019.

“Istrinya sudah melaporkan pada 18 November 2019, dan diterima oleh pihak Kepolisian Resort Aceh Tengah, maka saya kira pihak kepolisian harus fokus melakukan pencarian jejak Ricky Arisendi secara utuh. Temukan petunjuk baru lalu dalami sehingga ada titik terang keberadaannya di mana ia sekarang, jika memang kepolisian meyakini bahwa beliau pergi ke satu tempat, maka sampaikan ke keluarga dan pihak yang berkepentingan lainnya tempat mana yang ia tuju,” kata Quadi.

Quadi mengatakan, jika memang diketahui Ricky menaiki mopen L300, maka polisi harus melacaknya sehingga keberadaannya tidak lagi menjadi misteri.

“Polisi harus mendalami beberapa hal seperti berapa nomor polisi mobil L300 yang dinaiki Ricky tersebut. Siapa supirnya dan apakah sudah ditanyai terkait keberadaan Ricky dalam mobil tersebut. Apakah ada tiket atas nama Ricky,” ujar Quadi.

Dengan begitu, akan mudah untuk mencari tahu ke mana lokasi tujuan Ricky dan ia turun di mana. Dengan begitu kata Quadi, persoalan ini bisa terang benderang apakah ia memang pergi karena kemauan sendiri atau dihilangkan.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK