Apam Meulaboh yang Lebih Lembut dan Tebal

Kue apam @Instagram/enjoyaceh

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Bukan hanya memiliki keindahan alam yang memesona, Aceh juga dikenal dengan kuliner yang bermacam ragam yang menggugah selera. Daerah paling barat Indonesia ini menyediakan banyak sekali hidangan khasnya. Terdapat 154 lebih jenis makanan tradisional, di antaranya  kue timphan, lughok, adee, mi Aceh, apam, dan masih banyak lainnya.

Namun, banyak kaum muda-mudi Aceh yang tidak familier lagi dengan kuliner tradisional Aceh seiring dengan boomingnya kuliner dari luar.

Mungkin bagi sebagian kalangan muda Aceh mendengar kata apam agak begitu asing bagi mereka. Kuliner khas Aceh ini biasanya menjadi santapan di saat bulan Rajab, tepatnya pada hari 27 Rajab. Kue ini biasanya menjadi makanan tahunan dalam tahun Hijriah bagi masyarakat Aceh. Biasanya masyarakat Aceh mengadakan kenduri apam sembari mengadakan ceramah agama yang biasanya menceritakan riwayat tentang Israk Mi’raj.

Kue apam kalau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan kue serabi. Terdapat beberapa daerah di Indonesia juga memiliki kue sejenis apam ini. Namun pastinya apam Aceh dan apam daerah lainnya memiliki citarasa dan teksturnya masing-masing.

Begitupun di Aceh, walaupun sama-sama kue apam, tetapi setiap daerah di kabupaten/kota di Aceh juga memiliki perbedaan dalam pembuatan dan bahan dalam menyajikan kue apam ini. Aceh Barat, salah satu kabupaten yang memiliki kuliner khas ini. Dalam pembuatan dan bahan pembuat apam juga memiliki perbedaan dengan daerah lainnya di Aceh. Apam Meulaboh biasanya lebih tebal dan lebih lembut teksturnya.

Untuk bahannya juga agak sedikit berbeda, kalau di daerah lain menggunakan dari campuran tepung beras, santan, air kelapa, air putih, dan garam serta gula pasir. Untuk apam Meulaboh sendiri juga menambahkan parutan kelapa sebagai penambah kegurihan apam dan untuk bahan santannya sendiri langsung dari parutan kelapa tadi tanpa perlu tambahan santan lagi. Kemudian tidak lupa juga ditambahkan campuran nasi sebagai bahan yang membuat apam Meulaboh ini menjadi lebih lembut.

Apam biasanya dimasak di sebuah pinggan tanah (cuprok tanoh). Sebelum dimasukkan adonannya biasa dioleskan dulu dengan air garam di sekeliling pinggan tanah agar tidak membuat lengket. Tunggu hingga sekitar 4 menit maka apam akan masak dengan sempurna dengan tampilan di atas putih dan di bawah berwarna kecokelatan bahkan sedikit hitam.

Yang membuat apam Meulaboh berbeda dengan apam daerah lainnya juga dari segi bahan campuran untuk menyantapnya. Selain enak dimakan dengan kuah tuhe yang terbuat dari campuran santan, meulisan/gula merah cair, garam, daun pandan, pisang wak/nangka/ubi jalar, apam di Meulaboh juga sering disantap dengan menggunakan baluran parutan kelapa plus gula atau dikonsumsi langsung dengan meulisan tadi.

Di Meulaboh sendiri, selain mudah kita dapatkan apam saat bulan Rajab tak jarang juga kita bisa menemukan apam di hari Jumat di masjid-masjid. Biasanya ada dermawan yang bersedekah apam untuk jamaah salat Jumat. Apam ini biasanya dimakan oleh para jamaah setelah selesai melaksanakan ibadah salat Jumat.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK