Ketua DPRK Banda Aceh Sesalkan Hilangnya Anggaran Gampong Percontohan Syariah

Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menyesalkan penghapusan secara sepihak untuk anggaran pembinaan gampong percontohan syariah oleh Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh. Hal itu disampaikan Farid usai rapat pembahasan anggaran dengan DSI dan TAPK Banda Aceh di Gedung DPRK Banda Aceh, Senin malam (18/11/2019).

Farid menjelaskan, saat melakukan proses pembahasan anggaran dengan dinas tersebut pihaknya menemukan anggaran untuk gampong percontohan syariah dihilangkan. Padahal sebelumnya anggaran untuk program gampong percontohan syariah sudah ada, bahkan sejak beberapa tahun terakhir selalu dialokasikan.

“Setelah kami konfirmasi ternyata telah dihilangkan sepihak oleh DSI yang sudah disepakati dalam KUA – PPAS, artinya di RAPBK sudah ada program tersebut tapi di RKA sudah tidak ada lagi, oleh karena itu kita menyesalkan penghilangan ini,” kata Farid Nyak Umar.

Farid menuturkan, kalau ada kekurangan dalam penerapan gampong percontohan syariah ini harus dilakukan evaluasi, serta mencari jalan keluarnya.

“Ini yang perlu diperbaiki, bukan malah menghilangkan anggarannya, ini sangat kita sesalkan,” ujarnya.

Kemudian tambah Farid, kekurangan yang terjadi selama ini karena pemerintah tidak membuat indikator keberhasilan gampong syariah itu sendiri. Ke depan ini yang perlu disusun oleh DSI agar bisa dilihat sisi kekurangan dan keberhasilan.

Hal ini penting karena sebagai ibu kota provinsi, Banda Aceh menjadi model bagi daerah lain, tapi ini alokasi anggaran untuk bidang ini malah sangat kecil, sementara dalam visi misi wali kota, poin satu adalah tentang penerapan syariat Islam.

“Ini salah satu juga bentuk bahwa semangat mulia dari wali kota untuk mewujudkan Banda Aceh gemilang dalam bingkai syariah itu belum mampu diterjemahkan dengan baik oleh SKPK, atau leading sector-nya,” ujar Farid.

Dalam hal ini DPRK sangat mendukung program wali kota untuk mewujudkan Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah dan gampong syariat tersebut juga merupakan salah satu realisasi dari misi wali kota terkait komitmen pelaksanaan syariat Islam.

Pada kesempatan itu Farid mengusulkan agar anggaran harus ditingkatkan bukan malah menurunkan, karena targetnya di 2020 satu kecamatan terdapat satu gampong percontohan syariah. Kalau selama ini hanya duagampong di Kecamatan Kuta Alam, yaitu gampong Beurawe dan Lambaro Skep, ke depan harus ada satu kecamatan satu gampong supaya ada semangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Bahkan DPRK mendorong agar gampong syariat yang selama ini hanya di satu kecamatan, kami minta di 2020 setiap kecamatan punya satu gampong syariat,” kata Farid Nyak Umar.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK