Polisi Tangkap Seorang IRT dan Anaknya serta 2 Pria terkait Transaksi Narkoba di Banda Aceh

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Opsnal Unit I Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Banda Aceh, menangkap seorang IRT dan seorang anaknya, serta dua pria terkait transaksi narkotika jenis sabu pada Selasa malam (19/11/2019).

Dalam operasi menjelang tengah malam itu, personel Opsnal Unit I Sat Resnarkoba mendapatkan informasi dari warga, bahwa peredaran narkotika jenis sabu sudah sangat marak di Banda Aceh. Hal ini dibuktikan dengan adanya warga yang terus memberikan informasi kepada aparat, khususnya Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh dalam memberantas narkotika.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, AKP Boby Putra Ramadan mengatakan, penangkapan empat orang pengguna narkotika jenis sabu tersebut berawal dari informasi masyarakat.

“Kesadaran hukum masyarakat dalam melaporkan pengguna dan pengedar narkotika semakin meningkat, ini dibuktikan dengan laporan dari warga, kami berhasil menangkap pengguna narkotika jenis sabu di antaranya tiga pria dan satu wanita,” ujar Boby, Rabu (20/11/2019).

Boby menceritakan, pada Selasa (19/11/2019) sekitar pukul 23.30 WIB, personel Opsnal Unit I menangkap MFA (24), warga Dusun Uteun Kubu Barat Gampong Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, di Jalan Nuri Gampong Sukadamai, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Dari tersangka ditemukan barang bukti berupa satu buah bungkusan plastik warna bening yang di dalamnya berisikan kristal warna putih jenis sabu dengan berat 0,17 Gram.

Kemudian setelah dilakukan interogasi oleh petugas, tersangka MFA mengatakan mendapatkan narkotika jenis sabu-sabu tersebut dengan cara membeli dari tersangka AP (22) warga Dusun Tenggiri, Gampong Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa Banda Aceh melalui seorang perantara ibunya yaitu LM (46) seharga 150 ribu.

Selanjutnya kata Boby, petugas kembali melakukan penangkapan terhadap ibu dan anak yakni AP dan LM di rumahnya di kawasan Ulee Lheue dan di rumah tersebut petugas saat melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti berupa satu buah botol minuman yang tutupnya telah dibuat dua buah lubang, tiga buah pipa kaca, lima buah pipet bening, serta 1 satu buah plastik bening sisa narkotika jenis sabu hasil pemakaiannya.

Tersangka AP menerangkan bahwa cara mendapatkan narkotika jenis sabu yang tersangka jual kepada MFA tersebut dari EA (34) warga Jalan K. Nago Dusun Kulam Rajahuda Gampong Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh, sementara MFA membeli sabu pada EA seharga Rp400 ribu pada hari Selasa (19/11/2019).

“Petugas tidak menunggu waktu yang lama, dan langsung menuju ke rumah EA dan melakukan penangkapan,” katanya.

Sementara itu, kata Boby, tersangka EA dengan menggunakan uang yang diberikan oleh tersangka AP tersebut membeli sabu pada ADO yang telah ditetapkan sebagai DPO, di kawasan Montasik Kabupaten Aceh Besar seharga Rp400 ribu.

Selanjutnya petugas mengamankan tersangka beserta barang bukti di Ruangan Unit I Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Para tersangka dijerat Pasal 112 Ayat (1) jo pasal 114 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK