Lewat NGOPI, Diskominfo Aceh Diskusikan Berbagai Opini

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh mengadakan kegiatan Ngobrol Seputar Opini (NGOPI) di beberapa wilayah. Kegiatan ini bertujuan untuk menyebarkan berbagai informasi pemerintah. Selain itu, pemerintah juga mendapatkan banyak masukan dari opini publik yang berkembang di masyarakat.

Seperti Ngopi di Jala Café Lhoong Raya Banda Aceh mengambil topik Internet Sehat Yes, Pornografi No dengan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Wakil Ketua Penggerak PKK Aceh Dyah Erti Idawati, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh, Marwan Nusuf, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh dan Nevi Ariyani, yang disiarkan langsung 103,6 Djati FM Banda Aceh, Rabu (20/11/2019).

Nevi Ariyani mengawali diskusi Ngopi mengatakan kemajuan teknologi saat ini tidak dapat dihindari selain memberi dampak positif namun dan memberikan dampak yang buruk bagi penggunanya. Apalagi dengan adanya konten pornografi yang bahaya kecanduannya bisa empat kali lebih berat dari narkoba.

“Tingkat bahayanya menurut ahli, empat kali lebih berat dari ketagihan narkoba,” katanya.

Menurut Diah Erti, penggunaan teknologi informasi yang baik dan mendidik perlu terus ditingkatkan dan kesadaran orangtua dalam memberi fasilitas serta cara penggunaan peralatan seperti gadget dan akses internet pada anak, harus terpantau dengan baik sehingga potensi anak berselancar pada konten pornografi terhindarkan. Hal terpenting adalah orang tua harus menjadi contoh atau role model bagi anak.

“Yang pertama orang tua haruslah menjadi role model,” tegas Ketua penggerak PKK Aceh.

Tindakan mencegah dan menyelamatkan anak-anak dari bahaya pornografi sangat diperlukan sehingga tidak merusak diri mereka sendiri yang merupakan generasi masa depan bangsa.

”Tidak ada solusi yang instant, dilakukan secara terus menerus untuk mengobati kecanduan pornografi, harus semuanya bergerak,” tambah Dyah Erti Idawati.

Sementara itu Marwan Nusuf selaku Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh menyampaikan, pemerintah berusaha untuk memblokir situs-situs pornografi.

“Data di kita, sampai Desember 2018, orang yang coba mau akses situs terlarang ada 2 juta orang,” jelasnya.

Pemerintah akan terus berupaya memberikan pemahaman atas dampak buruk pornografi dan memberikan kesadaran kepada masyarakat serta upaya pencegahan atas bahaya pornografi.

“Kita pemerintah Aceh one for all all for all, ini adalah satu kesatuan dari Pemerintah Aceh melalui kegiatan ini untuk menyadarkan masyarakat, menjaga anak-anaknya dari bahaya pornografi,” kata Marwan Nusuf menutup kegiatan diskusi.

Kegiatan Ngopi sembari diskusi ini diikuti lebih dari 100 orang undangan yang berasal dair komunitas masyarakat, Dinas PPPA, perwakilan SMA/SMK Kota Banda Aceh, perwakilan mahasiswa, LSM, jurnalis, yang disiarkan oleh Djati FM Banda Aceh dan Citis FM Lhokseumawe.

Kegiatan Ngopi selanjutnya dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan Bulan Bhakti Masyarakat Gotong Royong (BBGRM) XVI dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 di Seladang Café, Kabupaten Bener Meriah dan disiarkan langsung oleh Radio Djati FM Banda Aceh dan Amanda FM Takengon.

Kegiatan bernama Jaring Opini Publik menghadirkan narasumber Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Dyah Erti Idawati dan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh Marwan Nusuf.

Dalam pemaparannya, Dyah mengatakan, peran keluarga sangat penting dalam mendidik anak di era teknologi yang sudah semakin maju, baik ibu maupun ayah sama-sama berperan dalam mendidik anak.

“Yang tidak kalah penting adalah peran penting ayah dalam mendidik anak, ayah harus meluangkan waktu bersama anak,” katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, orang tua juga mengetahui apa yang menjadi keluh kesah si anak. Kebersamaan orang tua dan anak bisa dilakukan dengan mencari waktu untuk kuliner bareng misalnya, atau jalan-jalan atau sekadar melakukan hobi bersama. Sehingga orang tua harus cepat tanggap dalam memberikan perhatian kepada anak, sehingga jangan sampai anak curhat kepada orang lain.

“Keluarga harus membudayakan curhat kepada sesama anggota keluarga tidak curhat melalui media sosial,” tambah wakil Ketua Penggerak PKK Provinsi Aceh.

Di tengah kemajuan teknologi informasi saat ini, Marwan Nusuf menyampaikan untuk tidak mudah percaya kepada informasi hoaks yang dibagikan melalui media sosial seperti WhatsApp dan media sosial lainnya. Selain itu ia juga menyampaikan untuk mengawasi dan membatasi penggunakan gadget pada anak.

”Jangan percaya begitu saja dengan informasi yang dibagikan melalui WhatsApp dan awasi penggunaan gadget anak,” katanya.

Di akhir diskusi Marwan Nusuf mengingatkan untuk menggunakan internet seperlunya, tidak perlu curhat di media sosial, dan membudayakan interaksi dan komunikasi langsung dengan sesama anggota keluarga.

“Dekat dengan anak, bukan jauh di mata dekat di hati tetapi dekat di mata dan dekat di hati,” katanya menutup sesi diskusi.

NGOPI selanjutnya tentang keterbukaan informasi publik dan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) di Le More Café Banda Aceh.

Kegiatan yang bertema “Melayani dengan Informasi Terbuka” diisi oleh narasumber berkompeten, yakni Marwan Nusuf, selaku Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh dan Saifullah yang merupakan Wakil Rektor III, UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Acara ini juga dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri dari beberapa awak media, LSM, dan mahasiswa.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini disiarkan langsung oleh 103.6 Djati FM Banda Aceh dan 100.1 Fatali FM Blang Pidie, yang bertujuan untuk mengupayakan implementasi keterbukaan informasi publik dapat berjalan efektif dan efisien.

“Bagaimana cara kami mengelola PPID Utama dan PPID Pembantu dalam memberi informasi ke masyarakat sampai ke desa-desa,” ungkap Kepala Diskominsa, Marwan Nusuf.

Dia juga menambahkan bahwa yang mereka lakukan adalah obrolan yang dilakukan melalui radio-radio yang tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia, tapi juga menggunakan bahasa daerah agar dapat dimengerti oleh berbagai lapisan masyarakat.

“Saya senang bekerja sama dengan Kominfo dan siap menindaklanjuti untuk yang lebih baik. Maka dengan adanya kerja sama ini merupakan upaya untuk informasi yang terbuka dan bukan buka-bukaan,” kata Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry, Dr. Saifullah.

Dia juga mengatakan bahwa banyak manfaat yang dimiliki dari informasi yang jujur, adalah salah satunya untuk pemerintah, politisi, dan masyarakat.

“Dalam perspektif Islam yang bahasanya sangat akurat, yang mana terdapat di dalam Alquran dan hadis sebagai referensi informasi kejujuran, yaitu yang terdapat di dalam hadist sahih sebagai acuannya,” kata dia.

Kegiatan NGOPI ini diisi dengan diskusi, interaksi partisipan antarpeserta dan narasumber yang merupakan salah satu upaya Pemerintah Aceh mendorong keterbukaan informasi publik.

Kemudian NGOPI digelar bersama sejumlah komunitas vlogger Aceh, mahasiswa, siswa SMA, media dan LSM di Café 88 Jalan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Mereka membicarakan seputar perkembangan blog video atau biasa disingkat vlog. Diskusi ini menghadirkan narasumber Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh Marwan Nusuf dan Ilham, salah seorang vlogger Aceh.

Perkembangan teknologi dan informasi saat ini tidak dipungkiri memudahkan masyarakat menerima informasi dari berbagai penjuru. Salah satunya adalah melalui kegiatan memposting vlog di dunia maya. Aktivitas dan kreativitas para vlogger ini harus diarahkan ke yang positif yaitu untuk memperkaya informasi publik.

“Pentingnya membagikan informasi yang membangun dan menghindari informasi yang bersifat hoaks. Jangan sampai ada informasi hoaks,” kata Marwan Nusuf.

Marwan Nusuf mendukung aktifitas para vlogger di Aceh dan Dinas Kominfo dan Sandi Aceh yang melakukan kompetisi bagi para vlogger di tahun 2019 yang bertemakan Aceh Hebat.

Marwan mengingatkan peserta diskusi untuk mengikuti ketentuan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Aktivitas dan kreativitas para vlogger bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan dan menggiurkan, sehingga banyak kalangan terutama anak muda berminat menggeluti blog video ini.

Ilham seorang vlogger dan narasumber dalam kegiatan Ngopi ini menekankan perlunya konsistensi dalam membuat vlog yang berkelanjutan agar bisa menghasilkan dan memberi manfaat.

“Harus konsisten bikin video, bikin observasi punya list yang disusun dan dengan list itu bisa bergerak,” kata Ilham.

Kegiatan Ngopi ini diselingi dengan penampilan akustik dari Djati Project, kuis, dan sesi interaktif yang menjadi ajang saling berbagi informasi dan pengalaman antara vlogger yang sukses dan vlogger pemula.[](adv)

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK