Program CSR PT SBA Diharapkan Menjangkau Seluruh Aceh Besar

Para penerima beasiswa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – PT Solusi Bangun Andalas (SBA) kembali mengucurkan sebagian dana CSR tahun 2019 untuk peningkatan sumber daya manusia di sektor pendidikan kepada 400 penerima beasiswa. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Kantor Camat Lhoknga, Aceh Besar pada Kamis (21/11/2019).

Dari 400 penerima beasiswa tersebut, terbagi kepada 100 mahasiswa masing-masing menerima Rp2 juta, 125 siswa SMA masing-masing menerima Rp1 juta, 125 pelajar SMP masing-masing menerima Rp800 ribu, dan 50 santri dayah salafiah masing-masing menerima Rp1,6 juta.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyambut baik program CSR yang dilakukan perusahaan tersebut setiap tahun. Namun penerima beasiswa diharapkan bisa menjangkau kecamatan lain di Aceh Besar, tidak hanya di Kecamatan Lhoknga dan Leupung saja yang di dekat area pabrik.

“Kita berterima kasih kepada PT SBA, yang telah menyisihkan anggaran melalui program CSR ini, untuk membantu dibidang pendidikan dan juga bidang lainnya, kita juga berharap supaya penyaluran CSR bisa ditingkatkan lagi, dan juga bukan hanya di dua kecamatan saja, melainkan seluruh Aceh Besar. Dengan tidak mengurangi jatah yang selalu diberikan kepada dua kecamatan ini,” kata Staf Ahli Bupati Aceh Besar Bidang Ekonomi Pembangunan, Jakfar, kepada aceHTrend usai penyerahan beasiswa tersebut di lokasi kegiatan.

Sementara itu, Camat Lhoknga Syarbaini menambahkan, pihaknya telah melakukan rapat beberapa waktu lalu untuk membahas terkait usulan penambahan dana CSR dari yang selama ini berjumlah Rp3 miliar selama perusahaan itu berdiri.

“Kami mengajukan peningkatan angka dana CSR kepada perusahaan, karena memang angka Rp3 miliar itu diberikan sejak pertama lahirnya perusahaan tersebut, sehingga kalau dilihat sekarang angka perputaran uangnya sudah tidak sesuai lagi. Kami juga tidak menggariskan nominalnya, namun kita berharap adanya perubahan, peningkatan dari tahun ke tahun,” katanya.

Asisten General Manager PT SBA, Asdian, mengatakan anggaran beasiswa pendidikan yang diberikan pada tahun ini sebesar Rp600 juta per tahun untuk pendidikan. Ia berharap produksi pabrik semen tersebut bisa lebih baik, agar program CSR bisa ditingkatkan.

“Mudah-mudahan ke depan pabrik kita semakin baik, hasilnya semakin baik, sehingga CSR juga bisa ditingkatkan lagi,” katanya.

Menurutnya, penyaluran dana CSR tersebut mencapai Rp3 miliar per tahun. Namun itu tidak hanya diplotkan untuk beasiswa pendidikan, tetapi juga untuk pemberdayaan ekonomi dan kesehatan bagi masyarakat.

Terkait usulan beberapa pihak agar CSR tersebut bisa menyentuh seluruh Aceh Besar, tidak hanya di dua kecamatan di atas saja, menurut Asdian usulan itu akan dikaji kembali. Meskipun aturan undang-undang menekankan bahwa program CSR disalurkan kepada masyarakat di sekitar perusahaan atau ring satu.

“Di mana hari ini ring satunya adalah Kecamatan Lhok Nga dan Leupung, sehingga kedepan sesuai dengan permintaan Tenaga Ahli Bupati Aceh Besar, maka nanti bisa kita kaji lagi, kita pertimbangkan, meskipun program itu tetap di ring satu dan ring dua,” katanya.

Salah satu penerima beasiswa, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Aceh yang berasal dari Leupung, Dinda Mutiara mengatakan, program beasiswa tersebut sangat membantu untuk meringankan beban kuliahnya. Namun ia berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan untuk membantu putra-putri setempat.

“Alhamdulillah saya telah mendapatkan beasiswa ini selama enam kali, dan sangat berguna sekali bagi kami, terutama untuk meringankan beban orang tua untuk membiayai pendidikan, saya berharap program ini terus berjalan bagi kami yang sedang menempuh pendidikan,” kata Dinda.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK