Korps BPA Pertanyakan Kinerja Tim Penyelesaian Sengketa PT EMM

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melakukan salam komando dengan mahasiswa setelah menandatangani surat pernyataan menolak PT EMM pada Kamis, 11 April 2019. @aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Korps Barisan Pemuda Aceh (Korps BPA) mempertanyakan kinerja tim penyelesaian sengketa PT. Emas Mineral Murni (EMM) yang dibentuk Plt Gubernur Aceh beberapa bulan lalu. Hal tersebut disampaikan Koordinator Korps BPA, Mutawali, melalui rilis yang diterima aceHTrend, Sabtu (23/11/2019).

Menurut Mutawali, sejauh ini Korps BPA bersama seluruh aliansi mahasiswa dan lembaga tidak pernah mendapatkan perkembangan apa pun dari tim Gubernur untuk penyelesaian sengketa PT EMM yang telah dibentuk.

“Kini sudah 226 hari pascaaksi penolakan, izin PT EMM masih hidup, dalam hal ini kami menilai gubernur Aceh tidak menepati janji dan tim yang di bentuk malah melakukan upaya-upaya mengakali agar PT EMM beroprasi di Aceh,” ujarnya.

Mutawali memastikan beberapa tuntutan mahasiswa yang ditandatangani Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pada 11 April 2019 lalu juga tidak terlaksana hingga hari ini.

Begitu juga terhadap tim bentukan Pemerintah Aceh yang disebut melakukan upaya mengakali agar PT EMM tetap beroperasi, sesungguhnya telah mengkhianati aspirasi rakyat Aceh dan mahasiswa.

“Jika ini tidak ditindaklanjuti kami pastikan akan ada gerakan besar-besaran untuk melumpuhkan Gubernur Aceh. Kami berkomitmen penuh tidak akan diam sampai persoalan PT EMM angkat kaki baik secara fisik maupun izin,” tutup Mutawali.[]

Editor : Ihan Nurdin