Muslizar: Pengetahuan Agama Solusi Pencegahan Narkoba

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT menyebutkan, banyaknya kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja terus meningkat dari tahun ke tahun. Banyaknya generasi muda yang telah menjadi kecanduan dengan barang haram tersebut karena pergaulan yang kurang baik.

Hal ini, kata Muslizar, tidak saja dapat membawa pengaruh buruk bagi remaja, tetapi juga membawa pengaruh buruk bagi negara. Negara yang maju berasal dari generasi penerusnya yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik.

“Para remaja sebagai generasi muda menjadi sasaran utama bagi para pengedar narkotika bukan karena tanpa alasan, tetapi ini semua dikarenakan para remaja yang mudah terpengaruh oleh iming-iming apalagi di usia mereka yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan masih dalam penjajakan pencarian jati diri,” ungkap Muslizar dalam acara penyuluhan pencegahan penggunaan narkoba di kalangan genenarsi muda, di Aula Arena Motel, Blangpidie, Sabtu (23/11/2019).

Muslizar mengatakan, penyalahgunaan narkoba dewasa ini sudah sangat memprihatinkan. Bahaya narkoba sudah masuk ke seluruh elemen tanpa mengenal status sosial, pangkat, jabatan, miskin, kaya, tua dan muda. Bahkan, kata Muslizar, di birokrasi maupun aparat penegak hukum sekalipun tidak luput dari bahaya peredaran narkoba. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, bahaya narkoba juga dapat mengakibatkan disintegrasi bangsa jika di tidak menangani hal ini dengan serius.

Ia menambahkan, generasi muda sebagai penyambung estafet kepemimpinan masa depan tentu harus bebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba, karena di tangan pemudalah nantinya arah pembangunan dan kemajuan bangsa ini, khususnya Abdya.

“Oleh karena itu, guna menanggulangi penggunaan narkoba yang semakin hari semakin memprihatinkan ini, bukan hanya menjadi tugas daripada pemerintah semata. Namun dibutuhkan peran serta semua elemen masyarakat dan stakeholder di Abdya. Sebab narkoba itu dapat merusak fisik seperti saraf dan otak sampai pada kemerosotan moral dan kebobrokan moral, dan dampaknya juga akan dirasakan oleh keluarga dan masyarakat,” paparnya.

Maka oleh karena itu, sambung Musliar, dirinya mengajak agar masyarakat, terutama generasi muda agar dapat meningkatkan pengetahuan keagamaan, sehingga meningkat pula rasa keimanan yang nantinya akan berujung pada terbentuknya prinsip diri dan filter diri dari perilaku maupun kegiatan menyimpang dengan tatanan norma yang berlaku.

“Sudah sepatutnya kita mengerti bahwa tidak ada dampak baik yang dihasilkan dari penyalahgunaan narkoba. Jadi, kita selaku orang tua, pembimbing, dan keluarga marilah bersama-sama menjaga dan bekerja sama memerangi narkoba di kalangan pelajar,” pintanya.

Selain itu, lanjutnya, tindakan preventif dan penegakan hukum terus dilakukan oleh pemerintah melalui kepolisian. Sudah banyak kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang diungkap khususnya di Kabupaten Abdya.

Di samping itu, katanya, tindakan preventif dapat juga dilakukan salah satunya melalui sosialisasi terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Tentunya Pemerintah Kabupaten Abdya juga memiliki komitmen yang tinggi untuk terus melakukan sosialisasi akan bahaya narkoba, baik itu di kalangan masyarakat umum, maupun di kalangan generasi muda termasuk pelajar dan mahasiswa.

“Dengan bekerja sama kita akan dapat mewujudkan harapan kita semua, di mana Provinsi Aceh umumnya dan Kabupaten Abdya khususnya menjadi daerah yang bersih dan generasi muda bebas dari narkoba. Dan sekali lagi kami tegaskan bahwa, pemerintah daerah sangat berkomitmen dan memiliki niat yang tinggi akan bagaimana mewujudkan masyarakat Abdya khususnya generasi muda agar terbebas dan berusaha menjauhi barang haram tersebut,” pungkas Muslizar.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK