Ombudsman Aceh Surati Plt Gubernur terkait Rencana Pembelian Mobil Dinas SKPA

Kepala Ombudsman Perwakilan Aceh Dr. Taqwaddin

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Rencana pembelian mobil dinas baru untuk kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh yang menjadi perbincangan publik sepekan terakhir, turut menyita perhatian Ombudsman RI Perwakilan Aceh. Ombudsman merupakan lembaga negara yang ditugaskan berdasarkan undang-undang terhadap pengawasan publik. Oleh karena itu, Ombudsman RI Perwakilan Aceh telah melayangkan surat kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada Jumat, 22 November 2019.

Ombudsman menilai, rencana tersebut berbanding terbalik dengan harapan masyarakat yang mengharapkan anggaran untuk pembangunan atau fasilitas lain yang bermanfaat bagi publik, bukan malahan digunakan untuk kepentingan pejabat.

“Ya kami telah menyurati Plt Gubernur Aceh, serta suratnya juga kami tembuskan kepada Ketua Ombudsman RI, Menteri Dalam Negeri, dan Ketua DPRA,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin, kepada aceHTrend pada Jumat malam.

Dalam surat tersebut Ombudsman menyarankan Plt Gubernur Aceh untuk melakukan seleksi prioritas terhadap pembelian mobil dinas tersebut. Kalau memang masih layak pakai kenapa harus diganti dan juga mengapa harus berbarengan seluruh pejabat.

“Atau setidaknya anggaran tersebut juga dapat dipergunakan untuk pembelian ambulans laut, yang mana armada tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat kepulauan, semisal masyarakat Pulau Aceh,” tambah Taqwaddin.

Ombusdman berharap pimpinan daerah peka terhadap keluhan masyarakat, apalagi banyak elemen masyarakat yang menolak terhadap pengadaan mobil dinas baru tersebut yang bersumber dari APBA dan APBA-P Tahun Anggaran 2019.

“Karena masih banyak hal lain yang seharusnya menjadi prioritas, seperti rumah duafa, jalan, jembatan, serta sarana publik lainnya,” ujarnya.

Hasil temuan Lembaga Kajian Institute for Development of Acehnese Society (IDeAS) dari laman publikasi situs pemerintah SIRUP LKPP (www.sirup.lkpp.go.id) menemukan hampir seluruh SKPA melakukan pengadaan mobil dinas yang nominalnya mulai ratusan juta sampai miliaran rupiah.

IDeAS mencatat, ada 172 unit mobil dinas yang dibeli melalui APBA dan APBA-P 2019, tersebar di 33 SKPA, itu tidak termasuk pengadaan mobil ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan mobil pustaka keliling, yang tidak dimasukkan karena kebutuhan khusus. Total untuk 172 unit itu mencapai Rp100,479 miliar.

Direktur IDeAS Munzami, Hs menyampaikan setelah sepekan ini masyarakat Aceh dihebohkan dengan viralnya berita terkait kontroversi pengadaan barang untuk Kadin Aceh yang mencapai Rp2,8 miliar dari APBA. Pihaknya mencoba untuk mengakses seluruh pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh seluruh SKPA dalam APBA ataupun APBA Perubahan tahun 2019.

Baca: Temuan IDeAS: 100 Miliar Lebih APBA untuk Pengadaan Mobil di 33 SKPA

Menurut hasil amatan IDeAS, hampir seluruh dinas melakukan pengadaan mobil, mulai dari mobil kepala dinas, kabid, dan sebagainya, mayoritas pengadaan tersebut bersumber dari APBA-P 2019.

“Dinas terkesan berlomba-lomba menghabiskan realisasi APBA-P melalui pengadaan mobil dinas, kita mempertanyakan apa urgensi bagi seluruh SKPA sehingga hampir semuanya beli mobil dinas,” kata Munzami dalam rilis yang diterima acehTrend, Minggu (17/11/2019).[]

KOMENTAR FACEBOOK