Souvenir Marmer Aceh Selatan Diminati, Pemerintah Perlu Latih dan Berdayakan Warga

Dr Muhammad Yassar (dua kanan) dan tim identifikasi padat karya ekonomi produktif Disnakermobduk Aceh memperlihatkan aneka souvenir dari marmer di Poltas Aceh Selatan.

ACEHTREND.COM, Tapaktuan – Berita potensi marmer Aceh Selatan telah tersebar luas. Ubin lantai dan aneka souvenir hasil praktik mahasiswa Politeknik Aceh Selatan (Poltas) di labotarium kampus setempat laku keras di pasar.

Direktur Poltas, Dr Muhammad Yassar, mengatakan, pihaknya mempunyai SDM yang baik dalam mengolah batu gunung di Aceh Selatan menjadi marmer lantai dan berbagai souvenir, tetapi pihak Poltas kawalahan dari segi peralatan produksi, dan perizinan eksploitasi tambang.

“Untuk itu, kami dari manajemen Poltas sangat mengharapkan bantuan, kerja sama dan intervensi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi serta dinas-dinas lainnya di Aceh. Kami menanti kedatangan mereka ke Poltas Tapak Tuan untuk melihat dari dekat,” ujar Yassar kepada tim identifikasi padat karya ekonomi produktif Dinas Tenaga Karya dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh yang dipimpin Ahmad Ridwan di Tapaktuan, Jumat (22/11/2019).

Dr Muhammad Yassar memperlihatkan sampel berbagai hasil karya dosen dan mahasiswa Poltas. Di antaranya marmer lantai, gelas marmer, vas bunga, tempat cas HP, asbak rokok, meja tamu, kursi, dan lain-lain.

“Sekitar lima tahun lalu pernah kami undang pelatih marmer dari Tulung Agung. Hasilnya memuaskan, transfer pengetahuan berhasil,” tambah Yassar yang Ketua BP DPD KNPI di Malaysia 2015-2018.

Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan (kanan) mengunjungi lab Poltas Aceh Selatan

Sementara itu, anggota tim identifikasi padat karya ekonomi produktif Disnakermobduk Aceh, Novia Mehra Erfiza, S.TP, M.Agric, menambahkan, potongan-potongan atau limbah mamer dari laboratorium Poltas dapat dimanfaatkan untuk pembuatan aneka kerajinan oleh masyarakat desa di Aceh Selatan.

“Sisa-sisa potongan marmer itu akan mempunyai nilai tambah ekonomi bagi masyarakat ketika diolah menjadi souvenir. Souvenir marmer pasti laku untuk wisatawan. Kami akan merekomendasikan kepada Disnakermobduk untuk melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di satu atau dua desa di Aceh Selatan,” tambah Novia Mehra yang juga dosen Fakultas Pertanian Unsyiah ini.

Direktur Poltas, Muhammad Yassar, menyambut positif usulan Novia. Dia menyatakan siap mendampingi pelatihan dan pemberdayaan bagi masyarakat desa yang dipilih.

“Jika diminta, kami siap melakukan pendampingan dan pemberdayaan kepada masyarakat. Ini masuk dalam salah satu aspek tri dharma perguruan tinggi, yaitu aspek pengabdian,” pungkas Yassar antusias.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK