BPBA Gelar Pelatihan Psikososial Bagi Masyarakat Korban Bencana

Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi melaksanakan Pelatihan Psikososial dan Trauma Healing bagi Masyarakat Korban Bencana Gelombang I bekerjasama dengan Universitas UIN Ar-Raniry Banda Aceh dari tanggal 4 s.d 6 November 2019 bertempat di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh. Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Pelaksana BPBA Ir. Sunawardi, M.Si,Senin (4/10) yang diikuti oleh 40 (empat puluh) orang yang berasal dari BPBD Kabupaten/Kota, BPBA dan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas DP3A dan Kemenag Aceh.
Adapun Narasumber berasal dari Tim Trainer Fakultas Psikologi dan BPBA. Sementara pelatihan yang sama dilaksanakan untuk gelombang kedua pada tanggal 20 s.d 22 November 2019 dibuka oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBA, Said Ashim, SE mewakili Kepala Pelaksana BPBA, Ir. Sunawardi, M.Si yang diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari unsur perwakilan BPBA dan BPBD yang belum mengikuti kegiatan di gelombang pertama, Mentari Learing Center, KOKAM SAR Pemuda Muhammadiyah, Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Forum PRB Aceh, PMI Aceh, PMI Banda Aceh, Poltekes Aceh Utara, Keluarga Anti Narkoba, Balai Syura dan Pusat Studi Kebencanaan UIN Ar Raniry. .

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBA, Ir. Sunawardi, M.Si saat sambutannya menyampaikan bahwa Pelatihan Psikososial Bagi Masyarakat Korban Bencana ini dikhususkan bagi petugas-petugas psikososial dan stakeholder yang ada di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Pelatihan ini digelar dalam rangka membina dan melatih petugas-petugas psikososial dan trauma healing dalam memahami teknik dukungan Psikosial Bagi Masyarakat Korban Bencana.

Target/sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan pelatihan psikososial dan trauma healing adalah relawan dan aparatur pemerintahan Kabupaten/Kota di Wilayah Provinsi Aceh dan stakeholder lainya yang terkait dengan pemulihan penghidupan pasca bencana.
Pemerintah Aceh dalam hal ini BPBA memiliki peran yang besar dalam proses pemulihan penghidupan masyarakat pasca bencana di Provinsi Aceh” Ungkap Sunawardi dalam sambutannya.
“Untuk kita kami butuh bantuan ilmu dan pengalaman dari segi psikologis langsung dari pakar-pakar Psikologi islami khususnya untuk mengajarkan kami bagaimana melakukan penyembuhan psikologis pasca bencana”tambah Sunawardi.

Lanjut Sunawardi bahwa BPBA dengan sistem swakelola bersama UIN Ar-Raniry menggelar pelatihan psikososial ini bagi relawan, penggiat kebencanaan dan penggiat kesehatan mental. Beliau berharap Pelatihan Psikososial (Healing Theraphy) yang dilaksanakan selama 14 jam full ini dapat memberikan pengetahuan, panduan dan pengalaman untuk penggiat kebencanaan dan penggiat kesehatan mental dalam melakukan program psikososial bagi individu maupun masyarakat Aceh yang terkena dampak bencana.

Pelatihan yang dilaksanakan selama dua gelombang tersebut mengajarkan materi Bencana dan Dampaknya yang disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBA, Ir. Sunawardi, M.Si kemudian dilanjutkan dengan materi Mengenal Diri dan Orang Lain, Psychological Fist Aid, Program Dukungan Psikososial, Relaksasi, Spriritual Healing dan Komunikasi Terapeutik, Mengelola Stress dan Self Care Bagi Relawan yang secara bergantian disampaikan oleh pemateri dari Fakultas Psikologi UIN Ar Raniry yaitu Vera Nova, S.Pi, M.Psi, Psikolog, Karjuniwati, S.Psi, M.Psi, Psikolog, Iyulen Pebry Zuanny, S.Psi, M.Psi, Psikolog, Cut Rizka Aliana, S.Psi, M.Si, Dr. Safrilsyah, M.Si, Rawdhah Binti Yasa, S.Psi, M.Psi, Psikolog.

Selama berlangsungnya pelaksanaan Bimbingan Teknis ini, 9 (sembilan) orang Mentor yang berasal dari International Micro Economy Development (IMED) Amerika Serikat yang terdiri dari Craig M. Avery, Kurt M. Brain, Meyer K. Micole, Mark Perraut, Martin P, Scott Akan Harvey, Phillip Lyn Smith, Michael Cole Ragers dan Gopi Krisna akan membimbing peserta bimtek yang nantinya akan dibagi dalam 6 (enam) kelompok dimana tiap kelompoknya akan didampingi oleh masing-masing seorang mentor.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBA, Ir. Sunawardi, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, Pemerintah Aceh telah mensahkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 25 Tahun 2019 tentang Pemilihan Ekonomi Pascabencana sebagai dasar terselenggaranya program pemulihan pascabencana dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan benar.

Lebih lanjut Sunawardi menyampaikan program pemulihan ekonomi pascabencana memberikan peluang atau kesempatan untuk peran serta masyarakat yang terdampak bencana. Oleh karenanya dalam Peraturan Gubernur Aceh tersebut disebutkan bahwa sasaran penerima manfaat pemulihan ekonomi pascabencana adalah masyarakat Aceh yang terdampak bencana yang memiliki profesi sebagai petani, pekebun, peternak, nelayan, pedagang, perajin, seniman, pelaku usaha jasa wisata dan pelaku usaha lainnya.[](adv)