Pembangunan Rumah Dhuafa Tertunda, Gamgam Desak Nova Evaluasi Kinerja SKPA Terkait

ACEHTREND.COM,Banda Aceh-Penundaan pembangunan 1.100 unit rumah dhuafa pada tahun 2019, mendapatkan perhatian dari Teuku Safrizal alias Gamgam, politikus Partai Nanggroe Aceh (PNA) yang kini duduk di DPRA.

Kepada aceHTrend, Senin (25/11/2019) malam, Gamgam meminta Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk mengevaluasi kinerja kepala SKPA terkait dan jajarannya. Karena mengingat penundaan pembangunan rumah untuk kaum dhuafa merupakan preseden buruk bagi kinerja Pemerintah Aceh.

Apalagi, pada tahun 2018 sebanyai 4125 unit rumah layak huni untuk rakyat miskin juga batal dibangun oleh Pemerintah Aceh. Sedangkan tahun 2019, Pemerintah Aceh mencanangkan akan membangun 5987 unit rumah bantuan untuk rakyat miskin.

“Sayangnya masih banyak yang belum dibangun dengan alasan tidak cukup waktu. Ini kan sesuatu yang tidak masuk akal. Soalnya, ini menyentuh langsung kepentingan rakyat di akar rumput. Plt Nova Iriansyah harus mengevaluasi kinerja mereka,” ujar Gamgam.

Menurut Gamgam, tertundanya pembangunan rumah untuk warga miskin, karena dinas terkait tidak pro aktif dalam pelaksanaan monitoring. Pun demikian masih ada waktu yang bisa dilakukan untuk memperbaiki ini.

“Tahun 2018 sebanyak 4125 unit gagal total pembangunannya. Begitu juga di tahun 2019 sebanyak 5987 unit juga nyaris gagal,” kata Gamgam.

Politisi muda itu merasa sangat prihatin dengan kondisi ini. Dengan dana yang begitu besar tapi sayangnya rakyat belum bisa menikmati hasil pembangunan rumah dhuafa tersebut. Padahal menurutnya, program ini adalah bagian janji dari kampaye Irwandi Nova.

Gamgam juga meminta agar dinas terkait tidak mencari cari-cari alasan seperti persoalan regulasi sistem kontrak biasa ke kontrak payung, kurangnya perusahaan yang lulus prakualifikasi yang diadakan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh, terbatasnya waktu, banyaknya pokir dari DPRA dan alasan alasan lain yang tidak relevan.

“Jangan mencari celah untuk membela diri, tapi segera selesaikan tanggung jawab agar masyarakat tidak dirugikan,” tutup Gamgam.

Sebelumnya, dikutip dari Serambi Indonesia, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden, Sabtu (23/11/2019) menjelaskan, pembangunan 1.100 rumah duafa bukan dibatalkan melainkan ditunda pembangunannya pada tahun 2020.

Alasan penundaan itu, menurutnya karena tidak lagi cukup waktu bagi rekanan untuk mengerjakan 1.100 rumah duafa yang tersebar di seluruh Aceh.

Dasar itulah Plt Gubernur Aceh menunda pembangunan rumah duafa bantuan Baitul Mal Aceh tahun 2019.[]