Aceh Akan Maju Bila Perbedaan Tidak Lagi Dipertentangkan

Teuku Sulaiman Badai (kiri), politikus PDIP Aceh, sekaligus mantan Ketua DPP Koniry Aceh. Foto: Zulyadi untuk aceHTrend.

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Teuku Sulaiman Badai, mantan Ketua DPP Korp Alumni UIN Ar-Raniry (Koniry) Aceh, mengatakan konflik di Aceh akan terus ada dan tumbuh subur, bila perbedaan cara pandang selalu dipertentangkan. Demikian juga, bila setiap elemen tidak mau intropeksi diri dan sibuk melihat kesalahan pada kelompok lain, juga bagian dari perbuatan-perbuatan yang melahirkan jurang pemisah antara satu dengan lainnya.

Hal ini disampaikan oleh politikus PDIP Aceh itu, ketika didapuk menjadi pembicara pada seminar yang digelar di Fakultas Adab dan Humaniora UIR Ar-Raniry, Kamis (28/11/2019).

Pada kesempatan itu Sulaiman Badai menyebutkan ciri khas sebuah negara belum maju yaitu warga negaranya masih sibuk mempersoalkan perihal masa lalu. Tanpa rekonsiliasi, sulit bagi negara untuk melakukan lompatan perubahan menuju ke arah yang lebih baik.

Dia juga menyindir perilaku elit saat ini, yang bila berbenturan dengan persoalan bukannya berpikir solutif, tapi justru provokatif agar masyarakat melibatkan diri dalam konflik kepentingan politik elit.

“Selama rekonsoliasi tidak kita lakukan, ditambah dengan perilaku elit politik yang seringkali provokatif, kita tidak akan kemana-mana. Tidak ada lompatan-lompatan besar menuju ke arah yang lebih baik,” ujar Sulaiman Badai.

Di hadapan ratusan peserta seminar, Sulaiman mengatakan, bila dilihat dari perilaku [orang Aceh saat ini] maka wajar Serambi Mekkah masih belum move on dari kemiskinan yang menggurita.Karena seperti apa yang ia sampaikan tadi, semua sibuk saling menyalahkan dan saling mencari kesalahan.

“Karena itu, kita selalu terjebak dalam konflik yang ternyata telah menghancurkan seluruh tatanan kehidupan masyarakat Aceh, karena itu wajar sekali Aceh sekarang berada dalam propinsi termiskin di Pulau Sumatera,” ujarnya.

Di dalam seminar yang juga dihadiri oleh para akademisi, Sulaiman mengajak segenap rakyat Aceh, untuk meninggalkan kebiasaan buruk di masa lalu. Kini saatnya rakyat Aceh melihat jauh ke depan. Songsong Aceh yang gemilang dengan cara mendukung tiap upaya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh dalam upaya melakukan pembangunan.

Pemerintah Pusat sendiri, melalui berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) terus membangun Aceh. Menurut Sulaiman, apa yang sedang dibangun itu, akan menjadi aset Aceh di kemudian hari dan bisa dipergunakan sebagai modal membangun kembali Aceh yang pernah porak-poranda di masa lampau. []

KOMENTAR FACEBOOK