Besok Malam MQK Perdana di Aceh Bakal Dibuka Plt Gubernur

Kadis Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny @aceHTrend/Taufik Ar-Rifai

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dijadwalkan membuka Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Aceh I yang digelar Dinas Pendidikan Dayah Aceh di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Sabtu malam (30/11/2019).

Ini merupakan event terbesar pertama kegiatan ekstrakurikuler dayah yang dilaksanakan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Setelah pembukaan di halaman Mesjid Raya Baiturrahman, selanjutnya acara tersebut akan dilangsungkan di Asrama Haji Aceh dari tanggal 30 November – 3 Desember 2019.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, menjelaskan bahwa kegiatan pembukaan MQK ini akan diikuti 500 peserta dan ofisial dari 23 kabupaten kota se-Aceh. Diperkirakan diramaikan 2000 santri plus undangan dan masyarakat lainnya. Menurut Usamah, semua kabupaten/kota telah mengonfirmasi kehadiran dan telah melakukan registrasi di Sekretariat Panitia di Kompleks Embarkasi Haji Banda Aceh.

Usamah berharap dukungan semua pihak, terutama jajaran civitas akademika dayah yang ada di seluruh Aceh agar kegiatan ini berjalan lancar dan sukses.

“Ini adalah event pertama kegiatan terbesar santri Aceh yang kita fasilitasi atas arahan Bapak Plt Gubernur dalam rangka memberi ruang seluas-luasnya bagi santri Aceh untuk aktualisasi diri dan berekspresi di ruang publik,” tegas Usamah.

Kegiatan ini katanya juga sebagai upaya melestarikan dan memperkenalkan lebih jauh dan dalam tradisi  intelektual dan akademik di lingkungan dayah yang selama ini tidak banyak diketahui publik.

Usamah menjelaskan, pada event MQK pertama ini akan dimusabaqahkan 10 cabang perlombaan meliputi  Cabang Fiqh, Ushul Fiqh, Hadist, Tafsir, Tauhid, Tarikh, Akhlaq, Nahw, Pidato Bahasa Arab, dan Pidato Bahasa Indonesia.

Metode MQK ini adalah perlombaan keahliah para santri membaca kita kuning atau kitab gundul (tanpa baris). Sebagaimana diketahui kitab kuning merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut kitab-kitab berbahasa Arab. Sejak masa silam, kitab-kitab berbahasa Arab tanpa baris ini ini biasa digunakan dayah sebagai materi pelajaran para santri. Kegiatan MQK ini rutin dilaksanakan di tingkat nasional, dan baru kali ini dilaksanakan secara resmi tingkat Pemerintah Aceh.

Usamah berharap setelah MQK Aceh pertama ini sukses, pada tahun-tahun mendatang pemerintah kabupaten/kota se-Aceh di masing-masing wilayah berkenan memfasilitasi kegiatan MQK, sehingga di samping menyemarakkan kegiatan ini di seluruh Aceh, dukungan bupati/wali kota melaksanakan MQK di kab/kota juga menjadi bagian dari apresiasi pemerintah kab/kota terhadap lembaga pendidikan dayah dan santri yang selama ini telah banyak berkonstribusi untuk negeri ini.

Dalam rangka menyemarakkan kegiatan santri ini, di samping memperebutkan piala bergilir Gubernur Aceh, Pemerintah Aceh juga menyediakan hadiah Rp1,7 miliar plus tropy.

Pada saat pembukaan MQK nanti Plt Gubernur Aceh juga akan melantik Dewan Hakim MQK Aceh ke-1 Tahun 2019. Ada 30 dewan hakim yang dilantik, 10 panitera, 2 koordinator, dan sekretaris dewan hakim.[]

Editor : Ihan Nurdin