Surat Terbuka untuk Kapolri dari Wartawan Aceh yang Rumahnya Dibakar OTK

Asnawi Luwi @ist

WARTAWAN Harian Serambi Indonesia yang bertugas di Kabupaten Aceh Tenggara, Asnawi Luwi, mengeluhkan lambannya penanganan pihak kepolisian dalam mengusut siapa dalang pembakaran rumahnya yang terjadi pada Juli 2019 lalu.

Asnawi mengatakan, hingga bulan keempat belum ada kejelasan apa pun dari kasus itu. Padahal saksi korban dan saksi lain telah diperiksa.

“Perjalan sudah empat bulan kasus saya ini, kendati saksi korban dan saksi diperiksa, tetapi pelakunya belum ditangkap. Padahal, saya yakin kalau serius bekerja dari awal kasus ini pasti bisa cepat terungkap tidak berlarut-larut, apalagi dengan kecanggihan alat-alat yang dimiliki pihak Polri,” ujar Asnawi dalam surat terbuka yang ditulisnya dan ditujukan kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si.

Surat tersebut ditulis Asnawi Luwi hari ini, Sabtu, 30 November 2019. Berikut isi lengkap suara hati ayah tiga anak itu yang ditampilkan secara utuh sebagaimana diterima redaksi aceHTrend.


Bersama ini saya sampaikan kepada Bapak Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz, bahwa pada tanggal 30 Juli 2019 Rumah saya, Asnawi, wartawan harian Serambi Indonesia warga di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Aceh Tenggara, Provinsi Aceh dibakar.

Dan, hasil LABFOR Forensik Mabes Polri Cabang Medan juga menyatakan rumah saya di BAKAR bukan terbakar. Melihat hal ini, kuat dugaan kasus pembakaran rumah saya akibat seringnya memviralkan berita di media cetak dan elektronik tiga bulan sebelum kejadian, yang berulang-ulang seperti exploitasi tambang pada proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) Lawe Sikap yang diduga mencemarkan lingkungan, tidak membayar pajak galian C dan lainnya, tambang illegal Galian C di Agara, dugaan minyak solar bersubsidi dimanfaatkan para pengusaha exploitasi tambang dan pemilik AMP, stone rusher (batu pecah), proyek jalan Muara Situlen-Gelombang dana Otsus Aceh sebesar Rp 11,6 Miliar yang sedang ditangani Kejari Agara, sejumlah DPRK Agara diperiksa penyidi KPK terkait dugaan gratifikasi perekrutan Komisior KIP Agara, dan kasus perjudian.

Perjalan sudah 4 bulan kasus saya ini kendati saksi korban dan saksi diperiksa, namun pelakunya belum ditangkap. Padahal, saya yakin kalau serius bekerja dari awal kasus ini pasti bisa cepat terungkap tidak berlarut-larut, apalagi dengan kecanggihan alat-alat yang dimiliki pihak POLRI. Musibah pembakaran rumah saya ini, keluarga merasa trauma dan tidak kenyamanan, kalau pelaku dan actor dalam kasus itu belum tertangkap aparat kepolisian.

Saya sangat berharap kepada Bapak Kapolri, Jenderal Idham Aziz agar memback-up kasus pembakaran rumah saya dan membentuk tim independent serta menurunkan tim IT, Densus 88 dan Bareskrim Mabes Polri ke Aceh Tenggara. Demikian surat saya ini disampaikan atas bantuan bapak kapolri saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya, Pemohon Saksi Korban

Asnawi Luwi

Tembusan

  1. Presiden RI
  2. Menko Polkam
  3. Komnas HAM
  4. Kompolnas
  5. Dewan Pers
  6. Komisi III DPR- RI
  7. Komite Penyelamatan Jurnalis
  8. Arsip

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK