Pementasan Drama Kolosal Rekonsiliasi Hati Pukau Para Penonton

@aceHTrend/Yelli Sustarina

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Pementasan drama kolosoal oleh Teater MAE yang berjudul Rekonsiliasi Hati memukau para penonton yang hadir di acara Pentas Seni dan Malam Anugerah Warisan Budaya Tak Benda di Gedung Indoor Taman Budaya, Banda Aceh, Sabtu malam (30/11/2019).

Ratusan penonoton memadati gedung tersebut yang banyak didominasi oleh kaum milenial. Mereka sangat antusias menyaksikan pertunjukan yang disutradarai oleh Mustika Purnama dan ide cerita dari Mahdalena itu.

Salah seorang penonton, Sudarliadi mengatakan sangat terpukau menyaksikan penampilan tersebut mengingat betapa semangatnya masyarakat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (RI).


“Pementasan tersebut juga menjadi pembelajaran bagi kita semuanya dalam mengingat sejarah perjalanan Aceh dalam melewati berbagai macam bencana menuju Aceh Hebat,” ujar Sudarliadi.

Penampilan yang berlangsung kurang lebih satu jam itu menceritakan tentang perjalanan sejarah Aceh mulai dari masa penjajahan Belanda hingga Indonesia merdeka. Kemudian mengisahkan tentang peristiwa mahadahsyat tsunami pada tahun 2004, hingga semua mata dunia tertuju kepada Aceh dalam memberikan pertolongan pascabencana tersebut.

Pada akhirnya Aceh yang mengalami konflik puluhan tahun antara Gerakan Aceh Mmerdeka (GAM) dan RI berdamai. Kini Aceh menjadi tanah harapan dalam perkembangan ilmu teknologi, budaya, politik, sosial, agama, dan pariwisata bagi generasi Aceh saat ini dan yang akan datang.

Mahdalena yang membacakan alur cerita tersebut menyebutkan tuujuan diadakan pementasan drama ini agar generasi Aceh mengetahui bagaimana perjuangan Aceh hingga menjadi kebanggaan dunia.

Dia juga berharap agar generasi era kini mampu menjadikan tehnologi sebagai daya ungkit untuk memajukan dan menggugah dunia tentang kekayaan Aceh. 

“Harapan utama saya agar setiap penonton mampu merefleksi ke dalam diri dan menata ulang segala rasa sehingga tetap kokoh melanjutkan kehebatan Aceh, berdamai dengan diri, karena itulah hakikat perdamaian sejati,” ungkap Mahdalena kepada aceHTrend (1/12/2019).[]

Editor : Ihan Nurdin