73 Ribu Penduduk Aceh Pengguna Narkoba

Mayoritas Pengguna Kaum Muda

Petugas mengamankan 25 kg sabu-sabu asal Malaysia. Pelaku ditangkap di perairan Aceh Utara, ketika mencoba memasukkan barang terlarang itu ke Kota Lhokseumawe. (aceHTrend/Mulyadi)

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Sebanyak 73.000 penduduk Propinsi Aceh, merupakan pengguna narkoba. Secara peringkat, Aceh berada di tangga 12 sebagai daerah propinsi pengguna narkoba terbanyak se-Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Aceh Drs. Alhudri, M.M., Minggu (1/12/2019) ketika menggelar kampanye peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2019.

Alhudri mengatakan, penyalahgunaan narkoba di Aceh sudah pada taraf yang memprihatinkan. Pengguna dan pengedar barang terlarang tersebut bukan saja berada di kota, tapi sudah merasuk hingga ke dusun-dusun di perkampungan pedalaman.

Menurut Alhudri, sesuai dengan data BNN Aceh, jumlah pengguna narkoba di Aceh sudah mencapai angka 73.000 jiwa, termasuk di dalamnya remaja. Secara garis besar, korban barang haram tersebut merupakan kaum muda di Aceh.

“Angka pengguna narkotika di Aceh menempatkan posisi pada urutan ke-12 secara nasional sebagai provinsi pengguna narkoba terbanyak. Data ini hanya hanyalah puncak gunung es yang terlihat di permukaan, jumlah tersebut bisa jadi 10 kali lipat bila dilakukan penyelidikan yang lebih mendalam untuk melihat kenyataan yang sebenarnya, ini sangat miris!,” pungkasnya.

Untuk mengobati orang-orang Aceh yang kecanduan narkoba, berdasarkan Keputusan Menteri Sosial RI nomor: 19/Huk/2019 tanggal 14 Februari, Aceh terdapat 5 lembaga yang memberikan pelayanan rehabilitasi atau institusi penerima wajib lapor bagi para pengguna narkoba yang tersebar di beberapa wilayah, ke-lima lembaga itu adalah: Yayasan Pintu Hijrah, Banda Aceh, Yayasan Kayyis Ahsana Aceh, Banda Aceh, Yayasan Tabina, Lhokseumawe, Yayasan Bahri Nusantara, Aceh Tenggara.

“Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh, pada anggaran tahun 2020 melakukan Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan pusat terapi dan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba yang berlokasi di Bener Meriah. Ini merupakan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah guna meminimalisir korban dari penyalahgunaan narkoba,” ungkap mantan Plt Bupati Aceh Tengah tersebut. []

KOMENTAR FACEBOOK