Lima Destinasi Wisata yang Memperkaya Pengalamanmu di Aceh Tengah

ist

ACEHTREND.COM, Takengon – Di bulan Desember ini, Aceh Tengah menggelar Festival Danau Lut Tawar, tepatnya pada tanggal 8-10 Desember 2019. Berbagai atraksi wisata dan kebudayaan dikemas dalam festival yang dipusatkan di Lapangan Musara Alun, Takengon, Aceh Tengah ini.

Namun selain itu, kamu bisa mengunjungi lokasi destinasi wisata menarik lainnya di Aceh Tengah. Seperti yang disampaikan Asnawi saat melakukan Farm Trip yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwsata (Disbudpar) Aceh, pada 8-9 November lalu.

Mereka dibawa mengunjungi tempat wisata menarik yang ada di Aceh Tengah sebagai rekomendasi untuk wisatawan yang datang ke daerah ini. Berikut lima destinasi wisata yang bisa memperkaya pengalamanmu saat berkunjung ke Aceh Tengah.

Pertama, wisata memetik kopi Gayo di kebun tertua di Aceh Tengah. Lokasinya berada di Desa Merah Mege, Atu Lintang milik pengusaha kopi bernama Zaini. Di kebun kopi yang memiliki luas sekitar 4 hektare ini kamu bisa merasakan pengalaman memetik kopi Gayo langsung dari pohonnya. Namun, bila ingin memperoleh biji kopi kamu harus membayarnya sesuai dengan standar harga kopi di sini.

Selain itu, terdapat juga klinik kopi yang melayani konsultasi gratis tentang kopi dan tata kelola perkebunan kopi. Bila ingin menikmati kopi dan beberapa kuliner khas Gayo, di sini tersedia kafe dan resto dengan nama Belang Gele. Kamu bisa duduk bersantai di pondok-pondok kayu yang terbuat dari batang kopi, sambil menunggu pesanan kopi dan makanan yang dipesan dari menu yang tersedia di kafe ini.

Untuk para pecinta swafoto, kamu bisa mengabadikan fotomu di beberapa tempat menarik seperti di taman bunga celosia yang beraneka ragam, Tugu Kopi Gayo di gerbang selamat datang, atau melihat pemandangan kebun kopi di bagian atas pondok bertingkat yang disediakan di sini.

“Bagi yang ingin lebih lama tinggal di sini, Pak Zaini juga menyediakan homestay,” ujar Asnawi saat berkunjung kemari pada (8/11/2019).

Destinasi berikutnya ialah Guo Loyang Koro di pinggir Danau Lut Tawar, Takengon, Aceh Tengah. Loyang Koro merupakan bahasa Gayo yang artinya gua kerbau. Menurut legendanya gua ini pernah dipergunakan untuk membawa kerbau sehingga diberi nama Loyang Koro. Untuk menuju tempat ini, kamu harus melewati sekitar dua menit jalan setapak di pinggiran danau sebagai akses menuju Guo Loyang Koro. Di sepanjang jalan setapak kamu bisa melihat hamparan Danau Lut Tawar karena letaknya sedikit lebih tinggi yaitu di kaki Gunung Birahpayang.

Sesampainya di mulut goa, kamu bisa masuk ke dalamnya dengan menggunakan penerang seperti lampu senter dan sejenisnya karena kondisi di dalam goa cukup gelap. Kamu butuh pemandu lokal untuk menelusuri goa yang tarif bayarannya Rp5.000/orang. Di dalam gua terdapat beberapa batuan runcing dan sarang burung walet. Konon katanya gua ini dulunya pernah menjadi tempat persembunyian Sultan Aceh dari tentara Belanda.

Nah, bagi kamu yang ingin berbelanja souvenir khas Gayo bisa langsung datang ke Kampung Kerawang Gayo di Desa Bebesen, Aceh Tengah. Hampir sebagian masyarakat yang tinggal di sini berprofesi sebagai pengrajin kerawang sehingga dijuluki sebagai kampung kerawang. Para pengrajin juga sudah banyak mempunyai toko sendiri sehingga hasil kerajinan tersebut langsung dipajang di etalase toko.

Di sini kamu bisa menemukan berbagai produk kerajinan kerawang seperti kain, baju, tas, dompet, peci, gelang, dan berbagai jenis kerajinan lainnya yang berbentuk kerawang. Biasanya para wisatawan baik lokal maupun luar negeri akan datang kemari untuk berbelanja produk kerawang Gayo karena selain banyak jenisnya, harganya juga lebih murah.

Bila kamu ingin mendapatkan pengalaman yang lebih menantang bisa melakukan rafting di Gayo Adventure. Lokasinya berada di Desa Simpang Lukup, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. Sebelum melakukan rafting, kamu akan dijelaskan terlebih dahulu tentang gerakan dan kondisi medan yang akan dilalui. Setelah itu, barulah bisa meluncur mengarungi sungai lengkap dengan peralatan rafting yang sudah disediakan.

Untuk satu perahu karet bisa muat enam orang, termasuk dengan pemandunya. Per orangnya dikenai biaya Rp60.000 untuk sekali perjalanan mengarungi sungai. “Biaya tersebut digunakan untuk menyewa alat-alat perlengkapan rafting dan guide,” kata Asnawi kepada aceHTrend (3/12/2019).

Destinasi kelima ialah Bur Telege yang terletak di Kampung Bujang, Kecamatan Lut tawar, Aceh Tengah. Berada di atas ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut, wajah Kota Takengon dan Lut Tawar telihat jelas dari sini. Tak heran di tempat ini menyediakan banyak spot foto menarik seperti karpet terbang, background kain kerawang gayo, rumah pohon, dan lain sebagainya.

Untuk masuk ke Bur Telege, kamu cukup membayar tiket seharga Rp5.000 untuk satu orang. Sesampai di dalamnya kamu bebas berswafoto dengan beberapa objek dan spot foto yang sudah disediakan di situ. Namun, bila kamu ingin menikmati flying fox yang terdapat di sini, maka kamu cukup membayar seharga Rp15.000 per orang.

Itulah lima destinasi wisata yang dapat memperkaya pengalamanmu di Aceh Tengah. Bagaimana, tertarik untuk mengunjungi salah satunya atau bahkan semuanya?[]

Editor : Ihan Nurdin  

KOMENTAR FACEBOOK