BNNK Banda Aceh Intensifkan Sosialisasi Bahaya Narkoba

Kepala BNN Kota Banda Aceh Hasnanda Putra (dua dari kiri) @aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh terus melakukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba secara intensif kepada masyarakat. Hal ini untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyalahgunaan barang haram itu.

Kepala BNN Kota Banda Aceh, Hasnanda Putra, Rabu (4/12/2019) mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan BNN Pusat berkerja sama dengan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan-LIPI, jumlah pelajar dan mahasiswa Aceh yang terpapar narkoba sebanyak 69,066 jiwa.

“Ini angka yang sangat memprihatinkan, maka kita terus melakukan sosialisasi hingga ke gampong-gampong, sekolah, kampus, dengan cara melibatkan semua elemen masyarakat. Sebab narkoba ini tidak memilih korbannya, apakah berpendidikan tinggi atau rendah, termasuk status ekonomi, baik miskin ataupun kaya, sebab semua kalangan bisa menjadi korban, termasuk generasi muda,” ungkap Hasnanda.

Selain itu, kata Hasnanda, berdasarkan data yang dimiliki Indonesia Drugs Report BNN 2019, jumlah narapidana dan tahanan kasus narkoba di Aceh mencapai 4.873 orang yang terdiri atas 102 orang produsen, 250 orang bandar, 3.138 orang pengedar, 174 orang penadah, 112 orang pengguna di luar klasifikasi, dan 1.097 orang pengguna murni.

“Kemudian dari hasil studi kasus di Lapas Lambaro 2019, di lapas itu jumlah kapasitas huniannya hanya untuk 380 orang, namun sekarang sudah mencapai 709 orang. Dan dari jumlah itu sebanyak 77.43 persennya dihuni oleh narapidana kasus narkoba dengan jumlah 69 orang kasus ganja dan 480 orang kasus sabu, sementara tindak pidana lainnya hanya 160 orang,” jelas Hasnanda.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyebutkan bahwa hingga saat ini di Klinik Pratama BNN Aceh telah mengeluarkan sebanyak 483 surat keterangan pemeriksaan narkoba (SKHPN). Selain itu, tambahnya, BNN Kota Banda Aceh juga telah melakukan penanganan rehabilitasi rawat jalan anak jalanan sebanyak 12 orang dan klien umum sebanyak 2 orang.

Selain sosialisasi, kata Hasnanda, pihaknya juga membentuk gampong atau desa bersih narkoba. Di Kota Banda Aceh sendiri sudah terbentuk tiga gampong bersih narkoba. Kehadiran tiga gampong bersih narkoba itu juga sebagai upaya mencegah peredaran dan penyalahanan narkotika dan obat terlarang di gampong.

“Dengan sosialisasi yang terus kita lakukan, kita berharap mampu mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Banda Aceh, sehingga upaya menjadikan Banda Aceh bebas narkoba bisa terwujud. Dan kita juga tidak bisa bekerja sendiri-sendiri tanpa dukungan masyarakat maupun instansi lainnya. Sebab, pencegahan serta pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba harus melibatkan seluruh elemen masyarakat,” pungkas Hasnanda.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK