Gara-gara Sisik Trenggiling, Tiga Pria Aceh Dipenjara

Sisik trenggiling yang dijadikan barang bukti. Foto: Taufan Mustafa/aceHtrend.

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Nasip apes melanda tiga pria Aceh yang bernama Fauzul, Furqan dan Ahmad Zaini. Ketiganya divonis bersalah dalam kasus jual beli sisik trenggiling sebanyak enam kilogram. Furqan mengaku tidak tahu bila trenggiling adalah binatang yang dilindungi.

Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu (4/12/2019) memutuskan hukuman enam bulan penjara kepada Fauzul, serta masing-masing delapan bulan kurangan kepada Khairul Furqan dan Ahmad Zaini. Selain itu, ketiganya juga dibebankan membayar denda Rp1 juta, atau dapat diganti dengan kurungan tambahan 1 bulan. Putusan tersebut dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Juandra SH, yang didampingi oleh hakim anggota Nanik Sukmawati SH, Sadri SH.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Maulijar mengatakan, pihaknya akan melakukan telaah terhadap putusan ini, dan akan memberikan jawaban dalam jangka waktu tujuh hari ke depan setelah mendapatkan keputusan dari pimpinan.

“kedua berkas perkara tersebut mendapatkan putusan berbeda, sehingga kita akan nyatakan pikir pikir dulu. Terhadap keputusan ini akan kita telaah lebih dulu, kemudian akan kita sampaikan kepada pimpinan, nanti kami akan ditentukan sikap dalam wakru 7 hari ke depan,” kata Maulijar SH yang juga didampingi Fitriani SH, usai sidang, Rabu (4/12/2019).

“kami belum menentukan sikap menerima atau menolak, kami akan pikir pikir dulu selama tujuh hari ini,” sebutnya.

Kuasa Hukum Kecewa

Kuasa hukum terdakwa Deddy Ichsan pada kesempatan itu mengaku kecewa. Karena sebelumnya dirinya berharap Furqan bebas dengan alasan tindak pidana yang demikian tidak bisa dilakukan dengan cara jebakan. Pihaknya akan duduk kembali dengan tim PBH Banda Aceh untuk mengambil sikap apakah akan dilakukan banding atau atau tidak.

“Terhadap putusan hari ini, kami kecewa, karena kita berharap terdakwa Furqan lepas, karena majelis hakim tadi juga sepakat dengan kita bahwa tindak pidana semacam ini tidak boleh dilakukan melalui jebakan, karena majelis hakim menganggap ini ranahnya pra peradilan, dan saat itu kita juga belum masuk, sehingga kita tidak tahu. Seharusnya majelis hakim tidak mengotak-kotakkan permasalahan, maka kita akan diskusikan dulu mana yang terbaik untuk klien kita,” katanya.

Editor: Muhajir Juli

Baca juga: Sidang Jual Beli Sisik Tenggiling, Para Terdakwa Mengaku Bersalah

KOMENTAR FACEBOOK