Disbudpar: Tren Wisata Halal Meningkat, SDM Aceh Harus Terlatih

Salat Tarawih di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada Minggu, 28 Mei 2018 @Serambi Indonesia/M. Anshar

Banda Aceh – Dalam upaya peningkatan promosi wisata halal di Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh dan Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Aceh mengadakan pelatihan wisata halal di Kumala Hotel Banda Aceh selama dua hari, Kamis-Jumat (5-6/12 2019).

Acara yang bertajuk “Peningkatan peran serta PPHI Aceh dalam mendukung wisata halal unggulan” ini diikuti oleh beberapa organisasi pariwisata yang ada di Aceh. Di antaranya, yaitu GenPI Aceh, HPI Aceh dan HPI Kota Banda Aceh serta Aceh Besar,  PPHI,  Duta Wisata Aceh, Astindo,  Asati dan beberapa stakeholder pariwisata lainnya. 

Selama pelatihan peserta dibekali dengan materi wisata halal dan peningkatan perekonomian di Aceh serta urgensi produk halal.

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata dan Kelembagaan (PUPK) Disbudpar Aceh, Ismail S.Pd dalam sambutannya sekaligus membuka acara itu mengatakan pentingnya melakukan pelatihan dalam  mendukung wisata halal unggulan dikarenakan tren wisata halal saat ini sangat meningkat.

“Bahkan saat ini di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemeparekraf) akan ada peraturan menteri untuk labelisasi wisata halal dan asisten deputi yang akan menangani bidang ini,” ungkap Ismail.

Ismail juga menambahkan, untuk saat ini kunjungan wisatawan muslim mancanegara meningkat, terutama dari Timur Tengah dengan fasilitas high class, maka untuk itu penting peningkatan fasilitas pariwisata di Aceh, sehingga dengan adanya amenitas yang meningkat, harapannya kunjungan pariwisata juga akan meningkat.

Pada kesempatan yang sama ketua PPHI Aceh, Imam Mahfud, SH sangat mengapresiasi dukungan Disbudpar Aceh dalam pengembangan industri pariwisata halal di Aceh, pertumbuhan industri pariwisata halal di Aceh meningkat 30% setiap tahunnya.

Imam juga menambahkan, “Untuk saat ini Aceh berada di nomor dua wisata halal unggulan Indonesia setelah Nusata Tenggara Barat (NTB), maka dari itu perlu komitmen dari pemerintah untuk menjalankan industri halal agar Provinsi Aceh menjadi leader industri pariwisata halal Indonesia,” ujar Imam.

Dengan meningkatnya tren wisata halal di Aceh, pemerintah berupaya untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), salah satunya dengan memberikan pelatihan wisata halal kepada berbagai stakeholder yang bergerak di bidang pariwisata.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK