Muslizar: Orang Hebat Tetap Lahir dari Tangan Guru

Wakil Bupati Abdya Muslizar MT

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT mengatakan, tidak ada pangkat atau bintang-bintang yang disematkan kepada orang-orang hebat jika tidak adanya campur tangan guru. Sebab, guru adalah sosok yang mengajarkan baca tulis. Guru adalah penghancur kegelapan, tanpa guru apalah artinya sebuah bangsa karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati gurunya.

“Guru memang tidak hebat, tetapi semua orang hebat itu karena guru,” ungkap Muslizar dalam sambutannya saat upacara memperingati Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019 dan HUT ke-74 PGRI yang berlangsung di halaman Pendopo Bupati Abdya, Kamis (5/12/2019).

Dengan dijiwai semangat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, kata Muslizar, PGRI hadir sebagai wadah perjuangan guru, pendidik dan tenaga kependidikan, memperjuangkan kedaulatan NKRI yang telah menghargai perjuangan para guru, pendidik formal, nonformal, dan tenaga kependidikan dengan menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional.

Setelah 74 tahun Indonesia merdeka, tambahnya, jati diri PGRI sebagai organisasi profesi yang independen, dan nonpartisan senantiasa dijaga, dan melekat di dada pengurus, pejuang, aktivis dan para guru. Sebagai rumah besar perjuangan guru, pendidik, dan tenaga kependidikan, PGRI terus bergerak, mengabdi, dan memperbarui diri agar senantiasa adaptif dan responsif terhadap perubahan.

“Kita menyadari sepenuhnya, betapa pentingnya peran guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. Seperti kutipan bijak Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik, di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide, dari belakang seorang guru harus memberikan dorongan dan arahan,” jelas Muslizar.

Sejatinya, sambung Muslizar, mutu pendidikan terjadi di ruang kelas, dalam interaksi yang positif dan dialogis dengan semangat penghargaan kepada keunikan siswa. Karena itu sejalan dengan visi Presiden SDM Maju Indonesia Unggul.

“Kami memaknainya sebagai pentingnya pendidikan dalam memajukan bangsa sehingga menjadi prioritas utama dalam periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo dan K.H. Maruf Amin. Meletakkan pentingnya pendidikan dalam konstelasi pembangunan bangsa berarti menghargai keutamaan guru. Hal inilah yang menjadi tema HUT ke-74 PGRI yaitu Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Indonesia Unggul,” paparnya.

Setelah rangkaian upacara itu selesai, Muslizar menyerahkan bonus kepada guru-guru berprestasi. Penyerahan hadiah, tropi dan uang itu diserahkan langsung oleh dirinya serta didampingi oleh ketua PGRI Abdya, Jauhari.

Dalam acara tersebut, ikut hadir Sekda Abdya, Drs. Tharim, Kapolres Abdya, Moh Basori SIK, Dandim 0110/Abdya, M. Ridha Has, para kepala SKPK, serta tamu undangan lainnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK