Pabrik VCO Selandia Baru di Simeulue Kekurangan Pasokan U Riek

Tim identifikasi padat karya ekonomi produktif Disnakermobduk Aceh di pabrik VCO Selandia Baru di Simeulue @aceHTrend/Hasan Basri M Nur

ACEHTREND.COM, Sinabang – Pabrik minyak kelapa (VCO, CCO) milik investor Selandia Baru di Simeulue kekurangan pasokan buah kelapa dari masyarakat sekitar. Kemampuan produksi pabrik itu mencapai lebih dari 7 ton per hari. Sementara pasokan bahan baku berupa kelapa tua (u riek-red) sangat terbatas.

“Hari ini (Jumat, red) pabrik tidak beroperasi karena tidak cukup bahan baku kelapa. Senin baru ada bahan baku,” kata Bukhori, Finance Officer PT Green Enterprise Indonesia (GEI) di Desa Kota Batu, Simeulue, kepada Tim Identifikasi Padat Karya Ekonomi Disnakermobduk Aceh, Jumat (6/12/2019).

“Pabrik akan kami operasikan ketika stok buah kelapa sudah mencapai 7 ton untuk sekali produksi,” tambah Bukhori yang asal Medan.


Kepada tim identifikasi yang beranggotakan Lukman Ibrahim, Novia Mehra Erfiza, dan Khairul Miska, Bukhori menjelaskan pihaknya akan menampung berapa saja kelapa tua dari masyarakat.

“Harganya Rp 2 ribu per kilogram buah kelapa utuh, bukan kopra kupas,” katanya.

Tim Disnakermobduk Aceh akan mengusulkan program pelatihan kepada masyarakat sekitar dalam memanfaatkan limbah air kelapa sehingga menjadi minuman nata de coco, kecap, cuka, dan lain-lain.

PT GEI memproduksi minyak VCO (Virgin Coconut Oil), CCO (Crued Coconut Oil/minyak goreng), dan tepung kelapa.

VCO bermanfaat untuk kecantikan, mengencangkan kulit, dan dapat diminum untuk antioksidan. Sementara CCO digunakan untuk menggoreng ikan dan lain-lain. Tepung kelapa untuk bahan membuat roti. Produknya dipasarkan terutama ke Inggris, Selandia Baru, Timur Tengah, dan Bali.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK